Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa di SMP Negeri 3 Surabaya
School Strategy in Developing Student Leadership Skills at SMP Negeri 3 Surabaya
Menumbuhkan kemampuan kepemimpinan pada siswa merupakan aspek penting yang harus ditanamkan dalam diri setiap anak sedini mungkin karena siswa-siswi merupakan kader pemimpin di masa depan yang akan menentukan nasib kemajuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya serta mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan Teori Kepemimpinan Situasional oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan subjek penelitian ini adalah Pembina OSIS, Waka Kesiswaan, dan pengurus OSIS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya ialah dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh keseluruhan siswa sebagai program wajib, perekrutan kepengurusan organisasi siswa yang ketat melalui sistem seleksi dua tahap, pelantikan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang melibatkan praktisi eksternal sekolah, dan pelibatan pengurus OSIS dalam ikut bertanggung jawab pada kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu komitmen kepala sekolah, guru yang berpengalaman, kerja sama dengan pihak eksternal sekolah, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu kesulitan siswa dalam membagi waktu antara pemebelajaran sekolah dengan kegiatan di luar pembelajaran dan kurangnya minat dan motivasi dalam diri siswa.
Developing leadership skills in students is an important aspect that must be instilled in every child as early as possible because students are future leaders who will determine the fate of the nation's progress. This study aims to describe the school's strategy in developing student leadership skills at SMP Negeri 3 Surabaya and to describe the supporting and inhibiting factors in developing leadership skills. This study uses the Situational Leadership Theory by Paul Hersey and Ken Blanchard. This study uses a qualitative research design with a case study approach. The determination of the research subjects used purposive sampling techniques and the subjects of this study were the OSIS Advisor, Vice President of Student Affairs, and OSIS administrators. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the strategies used by the school to foster student leadership skills at SMP Negeri 3 Surabaya were through the implementation of the School Environment Introduction Period (MPLS) which was attended by all students as a mandatory program, strict recruitment of student organization management through a two-stage selection system, inauguration of Student Leadership Basic Training (LDKS) involving external school practitioners, and involvement of OSIS administrators in taking responsibility for school activities. Supporting factors in fostering student leadership at SMP Negeri 3 Surabaya were the commitment of the principal, experienced teachers, cooperation with external parties of the school, and parental support. Inhibiting factors in fostering student leadership at SMP Negeri 3 Surabaya were students' difficulty in dividing their time between school learning and activities outside of learning and lack of interest and motivation in students.