PERAN NGO DALAM MEMBERDAYAKAN RELAWANÂ (STUDI PADA NGO INVOLUNTIR SURABAYA DI INSTAGRAM)
THE ROLE OF NGOs IN EMPOWERING VOLUNTEERS (A STUDY ON NGO INVOLUNTIR SURABAYA ON INSTAGRAM)
Penelitian ini mengkaji praktik pemberdayaan relawan oleh organisasi non-pemerintah (NGO), khususnya Involuntir Surabaya, yang beroperasi secara dominan melalui media digital Instagram @involuntirsurabaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif online dan mempertimbangkan Critical Hacking Analysis (CrHA) sebagai metode pendekatan, serta didukung oleh analisis PRA (Platform Resistance Analysis), studi ini berfokus pada interaksi digital yang terobservasi pada platform Instagram @involuntirsurabaya sebagai sumber data utama. Penelitian ini berlandaskan pada teori Jim Ife sebagai grand theory yang membahas pembangunan kapasitas dan keadilan sosial, dilengkapi dengan Teori Strukturasi Anthony Giddens untuk memahami relasi agen dan struktur dalam ruang digital, serta Participatory Action Research (PAR) dan Community-Based Participatory Research (CBPR) sebagai model pemberdayaan yang terinternalisasi dalam praktik NGO. Temuan utama penelitian mengidentifikasi pola rekrutmen relawan yang inovatif dan berbasis digital, dinamika relasi sosial antara NGO dan relawan, serta berbagai praktik pemberdayaan yang terbentuk dan diekspresikan melalui Instagram @involuntirsurabaya. Observasi ini mencakup bagaimana NGO secara strategis memanfaatkan fitur dan algoritma Instagram untuk mencapai tujuan pemberdayaan dan mobilisasi sosial dalam konteks digital, serta ehingga berhasil menumbuhkan kepercayaan relawan dan menjaring mereka untuk bergabung dalam kegiatan yang seluruh promosinya dilakukan secara online.
Kata Kunci: Relawan, Pemberdayaan Masyarakat, Organisasi Non-Pemerintah (NGO), Instagram.
This research examines the practice of volunteer empowerment by non-governmental organizations (NGOs), particularly Involuntir Surabaya, which operates predominantly through the digital media Instagram @involuntirsurabaya. By employing an online qualitative approach and considering Critical Hacking Analysis (CrHA) as a methodological approach, supported by Platform Resistance Analysis (PRA), this study focuses on digital interactions observed on the @involuntirsurabaya Instagram platform as the primary data source. The research is grounded in Jim Ife's theory as a grand theory discussing capacity building and social justice, complemented by Anthony Giddens' Structuration Theory to understand the relationship between agents and structures in the digital space, as well as Participatory Action Research (PAR) and Community-Based Participatory Research (CBPR) as models of empowerment internalized in NGO practices. The main findings of the research identify innovative and digitally-based volunteer recruitment patterns, the dynamics of social relations between NGOs and volunteers, and various empowerment practices formed and expressed through Instagram @involuntirsurabaya. This observation includes how NGOs strategically utilize Instagram features and algorithms to achieve empowerment and social mobilization goals in a digital context, thereby successfully building volunteer trust and attracting them to join activities whose entire promotion is done online.
Keywords: Volunteer, Community Development, Non-Governmental Organization (NGO), Instagram.