Cognitive Conflict Strategy Assisted by PhET Simulation to Remediate Student Misconceptions on Wave Material
Miskonsepsi merupakan salah satu tantangan di dalam dunia pendidikan. Miskonsepsi adalah pemahaman terhadap suatu konsep tetapi tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan profil miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik dan menganalisis penurunan miskonsepsi peserta didik setelah menggunakan strategi konflik kognitif berbantuan PhET Simulation pada proses pembelajarannya. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA 2 di SMA Negeri 1 Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kategori pre experimental dengan desain One Group Pre Test and Post Test. Hasil data pre-test menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik yang mengalami miskonsepsi adalah sebesar 53,53% pada lima indikator. Selain itu, ditemukan 20 bentuk konsepsi berbeda yang dimiliki oleh peserta didik mengenai materi gelombang berjalan. Setelah diberikan treatment dengan menggunakan strategi konflik kognitif berbantuan PhET simulation, hasil data post-test peserta didik yang mengalami miskonsepsi menurun dan persentasenya menjadi 7,65%. Hal ini menyatakan bahwa terdapat penurunan persentase peserta didik yang mengalami miskonsepsi pada hasil pre-test dan post-test. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan treatment dengan menggunakan strategi konflik kognitif berbantuan phet simulation untuk meremediasi miskonsepsi peserta didik pada materi gelombang adalah dinilai efektif untuk peserta didik kelas 12 IPA 2 di SMA 1 Bangkalan.
Misconception is one of the challenges in education. Misconception is an understanding of a concept but incompatible with a scientific concept. This research aims to describe the profile of students' misconceptions and to analyze the decrease of student misconceptions using cognitive conflict strategies assisted by PhET Simulation. This type of research is the pre-experimental category with the design of One Group Pre-test and Post-test. The sample of this research is a student of XII IPA 2 SMA Negeri 1 Bangkalan. The results of the pre-test data showed that the average percentage of students who experience misconception is 53,53%. Based on the pre-test analysis, it was found 20 forms of conceptions that students had regarding the travelling wave material. After being given treatment using a cognitive conflict strategy assisted by PhET simulation, the post-test results of students who experienced misconceptions became 7,65%. There is a decrease in the average percentage of students who experience misconceptions in the pre-test and post-test results. It shows that the cognitive conflict strategy assigned by PhET simulation is effective in remediating the misconceptions of students of VII IPA 2 SMA Negeri 1 Bangkalan on wave material.