STRATEGI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENGUATA SIKAP NASIONALISME MELALUI MATERI BHINNEKA TUNGGAL IKA PADA PESERTA DIDIK SMK NEGERI 3 SURABAYA
PANCASILA EDUCATION TEACHERS STRATEGIES IN STRENGTHENING STUDENT NATIONALISTIC ATTITUDES THROUGH THE BHINNEKA TUNGGAL IKA MATERIAL T STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL 3 SURABAYA
Perkembangan globalisasi dan teknologi memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari yang menyebabkan penguatan sikap nasionalisme menjadi penting untuk dilakukan dalam lingkungan pendidikan, terutama melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dalam penguatan sikap nasionalisme melalui materi Bhinneka Tunggal Ika peserta didik SMK Negeri 3 Surabaya berserta dengan faktor penghambat dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Penelitian ini di analisis menggunakan teori Pendidikan Karakter yang dikemukakan Thomas Lickona yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral action. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Pancasila dalam penguatan sikap nasionalisme melalui materi Bhinneka Tunggal Ika adalah dengan melakukan perencanaan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran dengan metode interaktif, dan evaluasi pembelajaran. Faktor penghambat dalam dalam penguatan sikap nasionalisme melalui materi Bhinneka Tunggal Ika pada peserta didik adalah ada nya pengaruh dari lingkungan sosialnya, pengaruh globalisasi, pekembangan zaman, media sosial dan kendala internal yang asyik dengan dunia nya sendiri. Solusi yang dilakukan oleh guru Pendidikan Pancasila untuk mengatasi hambatan adalah dengan melakukan pendekatan secara personal kepada peserta didik serta memberikan nasehat yang lembut agar dapat diterima dengan baik oleh peserta didik dan melalukan kerjasama dengan guru mata pelajaran lain, wali kelas, dan orang tua agar sikap nasionalisme konsisten diterapkan.
Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Pancasila, Nasionalisme, Bhinneka Tunggal Ika, Pendidikan Karakter.
The development of globalization and technology has influenced students' mindsets and behaviors in their daily lives, making the strengthening of nationalism an important aspect of education, particularly through Pancasila Education. This study aims to analyze the strategies employed by Pancasila Education teachers in strengthening students' nationalism through the Bhinneka Tunggal Ika material at SMK Negeri 3 Surabaya, as well as to identify the obstacles encountered and the solutions implemented to overcome them. This research was analyzed using Thomas Lickona's Character Education Theory, which consists of moral knowing, moral feeling, and moral action. The study employed a qualitative research method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The findings revealed that the strategies used by Pancasila Education teachers to strengthen students' nationalism through the Bhinneka Tunggal Ika material included lesson planning, the implementation of interactive learning methods, and learning evaluation. The obstacles encountered in strengthening students' nationalism were influenced by their social environment, globalization, technological developments, social media exposure, and internal factors, such as students' tendency to be preoccupied with their own interests and activities. To address these challenges, Pancasila Education teachers applied personal approaches to students, provided constructive and empathetic guidance that could be well received by students, and collaborated with other subject teachers, homeroom teachers, and parents to ensure the consistent implementation of nationalist values. Therefore, strengthening nationalism requires not only classroom instruction but also continuous support and collaboration among various educational stakeholders.
Keywords: Teacher Strategy, Pancasila Education, Nationalism, Bhinneka Tunggal Ika, Character Education.