ANALYSIS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' ERRORS IN SOLVING PROBLEMS IN ACCORDANCE TO THE MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT IN NUMERACY OBSERVED BY LEARNING STYLES
Numerasi adalah kemampuan siswa dalam bernalar dan berpikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan Hasil Asesmen Kompetensi Minimum tahun 2023 hasilnya masih tergolong sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi tahun 2023 yaitu dari 100% hanya 40,63% yang dapat menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi. Sedangkan sisanya yaitu 59,37% siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi dalam konten aljabar, bilangan, geometri, data dan ketidakpastian. Dari hasil studi yang telah dilakukan oleh Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2015 mendapatkan skor 397 jauh dari rata-rata skor internasional yaitu 500. Siswa salah dalam mengerjakan soal pada konten aljabar dengan melakukan kesalahan memodelkan soal kedalam bentuk aljabar, karena siswa kurang menguasai mengenai konsep aljabar sehingga selalu merasa kebingungan jika dihadapkan dengan soal yang baru. Terdapat cara mengatasi mengatasi siswa dalam menyelesaikan soal yaitu salah satunya dengan memperhatikan gaya belajar siswa. Terdapat tiga jenis gaya belajar yaitu gaya belajar visual dengan karakteristik siswa yaitu cara belajar dengan membaca, suka mencatat, membaca dengan cepat dan teliti. Gaya belajar auditorial dengan karakteristik siswa yaitu cara belajar dengan mendengarkan, pandai bercerita, dan mudah mengingat dengan berdiskusi dariapada dengan melihat. Gaya belajar kinestetik dengan karakteristik siswa yaitu cara belajar dengan model praktek, tidak menyukai membaca, mengingat dengan menuliskan informasi berkali-kali.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis kesalahan siswa yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa SMP ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, kinestetik menggunakan indikator kesalahan Newman. Data penelitian ini yaitu dari gaya belajar yang dimiliki oleh subjek serta hasil tes soal setara Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi didapatkan berdasarkan lembar angket gaya belajar dan jawaban siswa dalam menyelesaikan soal dengan mengacu pada indikator newman beserta dilakukannya wawancara antara peneliti dengan subjek penelitian. Subjek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini yaitu 3 siswa dari 32 siswa kelas VIII-C SMPN 1 BANGSAL dengan masing-masing subjek bergaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik yang mempunyai skor angket gaya belajar tertinggi dari setiap jenis gaya belajar. Selain itu, data berdasarkan hasil jawaban siswa dalam menjawab soal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi yang diberikan, selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 3 subjek terpilih dan menganalisis jawaban subjek lebih lanjut dalam melakukan kesalahan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level kognitif pemahaman konsep, siswa dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan dalam memahami soal, melakukan transformasi, memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan kesalahan dalam transformasi. Dan siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan kesalahan dalam memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. Pada level kognitif penerapan konsep siswa dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan dalam melakukan transformasi, memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan kesalahan dalam memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan kesalahan dalam memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. Pada level kognitif penalaran konsep siswa dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan dalam melakukan transformasi, memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan kesalahan dalam transformasi, memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan kesalahan dalam transformasi, memproses jawaban akhir dan memberikan kesimpulan dari jawaban akhir. Siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, kinestetik mempunyai persamaan dalam melakukan kesalahan yaitu lebih banyak melakukan kesalahan dalam transformasi. Pada siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik, siswa tersebut salah dalam menentukan rumus mencari persentase, sedangkan siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan kesalahan dalam merepresentasikan variabel.
Numeracy is the ability of students to reason and think critically to solve problems in everyday life. Based on the results of the 2023 Minimum Competency Assessment, the results are still very low. It can be seen from the results of the 2023 Minimum Competency Assessment for Numeracy, in which only 40.63% of students were able to complete the Minimum Competency Assessment for Numeracy. Meanwhile, the rest of 59.37% of students still have difficulties in solving Minimum Competency Assessment Numeracy questions in the areas of algebra, numbers, geometry, data, and uncertainty. According to a study conducted by the Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) in 2015 obtained a score of 397, which is far below the international average score of 500. Students made mistakes in solving algebra questions by incorrectly modeling the questions into algebraic form. Because students lack mastery of algebraic concepts, they always feel confused when faced with new problems. There are some ways to help students solve the problems, one of them is by paying attention to their learning styles. Learning styles are the ways in which individuals absorb, process, receive, and remember information easily. There are three types of learning styles. There are Visual learning style with student characteristics, namely learning by reading, liking to take notes, reading quickly and carefully. Auditory learning style with student characteristics, namely learning by listening, being good at storytelling, and remembering easily through discussion rather than by seeing. Kinesthetic learning style with student characteristics, namely learning through practical models, disliking reading, remembering by writing down repeatedly information.
This study is a qualitative descriptive study that analyzes students' errors with the aim of describing the errors made by junior high school students in terms of visual, auditory, and kinesthetic learning styles using Newman's error indicators. The research data consists of the learning styles of the subjects and the results of the Minimum Numeracy Competency Assessment test. It was obtained from the learning style questionnaire and the students' answers to the questions using Newman's indicators as well as interviews between the researcher and the research subjects. The subjects taken for this study were 3 students out of 32 students in class VIII-C of SMPN 1 BANGSAL. Each of them has different learning style visual, Auditory, kinesthetic. Moreover, the chosen subjects are those who had the highest learning style questionnaire scores for each type of learning style. Additionally, based on the results of students' answers to the Minimum Numeracy Competency Assessment questions, the researcher conducted interviews with the three selected subjects and analyzed their answers further to identify errors.
The results of the study indicate that interm of cognitive level of conceptual understanding, student with a visual learning style made errors in understanding the questions, performing transformations, processing the final answers, and drawing conclusions from the final answers. For student with an auditory learning style, they made errors in transformations while student with a kinesthetic learning style made errors in drawing conclusions from the final answers. At the cognitive level of concept application, student with a visual learning style made mistakes in performing transformations, processing final answers, and drawing conclusions from final answers. Meanwhile, student with an auditory learning style made mistakes in processing final answers and drawing conclusions from final answers. Contrastively, student with a kinesthetic learning style made mistakes in processing final answers and drawing conclusions from final answers. At the cognitive level of reasoning concepts, student with visual learning styles made mistakes in performing transformations, processing final answers, and drawing conclusions from final answers. However, student with auditory learning styles made mistakes in transformations, processing final answers, and drawing conclusions from final answers. Atferently, student with kinesthetic learning styles made mistakes in transformations, processing final answers, and drawing conclusions from final answers. Students with visual, auditory, and kinesthetic learning styles share a common tendency to make mistakes, namely, they make more mistakes in transformation. Students with visual and kinesthetic learning styles make mistakes in determining the formula for calculating percentages, while students with auditory learning styles make mistakes in representing variables.