Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media gamelan berbasis website untuk mengoptimalkan pemahaman alat musik gamelan di Sekolah Indonesia Bangkok. Jenis penelitian pada tugas akhir ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Pengembangan media mengikuti model pengembangan ADDIE, yaitu: 1) analyze (analisis), 2) design (perancangan), 3) develop (pengembangan), 4) implement (pelaksanaan), 5) evaluation (evaluasi). Hasil uji kelayakan media oleh ahli materi, ahli media dan pengguna (siswa) menggunakan instrumen angket dengan penilaian skala Likert (skala 5).
Menurut ahli materi, produk ini termasuk dalam kategori layak dengan rata-rata nilai validitas materi sebesar 3,84 atau 76,7%. Sedangkan menurut ahli media, produk ini termasuk dalam kategori sangat layak dengan rata-rata nilai validitas materi sebesar 4,35 atau 86,9%. Kemudian berdasarkan respon siswa dalam menggunakan media diperoleh rata-rata sebesar 4,36 atau 87,2% sehingga media termasuk dalam kategori sangat layak.
Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan media pembelajaran gamelan virtual berbasis website yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman mengenai alat musik tradisional gamelan siswa kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar di Sekolah Indonesia Bangkok. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil uji coba media kepada 22 siswa dalam bentuk pre-test dan post-test. Berdasarkan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat 22 data positif (N) yang artinya ke 22 siswa mengalami peningkatan hasil belajar dari nilai pretest ke nilai posttest, yang menunjukkan pengaruh atau kontribusi media gamelan berbasis website terhadap hasil belajar siswa. Kemudian, hasil perolehan N-Gain score dengan klasifikasi tinggi berjumlah 17 siswa (77,3%), klasifikasi sedang berjumlah 4 siswa (18,2%), sedangkan klasifikasi rendah sejumlah 1 siswa (4,5%). Dapat disimpulkan rata-rata perolehan N-Gain score dalam klasifikasi tinggi. Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan teknologi web dalam melestarikan budaya musik tradisional, serta memberikan alternatif pembelajaran yang lebih bervariasi bagi siswa. Media pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai model pengembangan media pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran seni budaya lainnya. Penggunaan media gamelan virtual ini dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam mempelajari alat musik tradisional.
Kata kunci: pengembangan media, gamelan virtual, media pembelajaran berbasis website, pemahaman alat musik gamelan, Sekolah Indonesia Bangkok.
The aim of this research is to develop website-based gamelan media to optimize the understanding of gamelan musical instruments at the Indonesian School of Bangkok. The type of research in this thesis is Research and Development (R&D). The development of the media follows the ADDIE model, which consists of: 1) Analyze, 2) Design, 3) Develop, 4) Implement, and 5) Evaluate. The feasibility test of the media by content experts, media experts, and users (students) used a questionnaire instrument with a Likert scale rating (scale 5).
According to the content expert, the product is categorized as feasible with an average validity score of 3.84 or 76.7%. According to the media expert, the product is categorized as highly feasible with an average validity score of 4.35 or 86.9%. Based on student responses to using the media, the average score was 4.36 or 87.2%, thus the media is considered highly feasible.
This development research has produced a virtual gamelan learning media based on a website, which contributes to improving students' understanding of traditional gamelan musical instruments among 4th, 5th, and 6th-grade students at the Indonesian School of Bangkok. This conclusion is based on the results of a media trial involving 22 students through pre-tests and post-tests. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test show 22 positive data (N), meaning all 22 students experienced an improvement from their pre-test to post-test scores, indicating the influence or contribution of the website-based gamelan media on students' learning outcomes. Additionally, the N-Gain score results showed that 17 students (77.3%) were in the high classification, 4 students (18.2%) were in the medium classification, and 1 student (4.5%) was in the low classification. The average N-Gain score was classified as high.
This study demonstrates the potential of using web technology to preserve traditional music culture and provides an alternative, varied learning approach for students. This learning media can serve as a model for developing interactive learning media for other cultural subjects. The use of virtual gamelan media can increase students' motivation and interest in learning traditional musical instruments.
Keywords: media development, virtual gamelan, website-based learning media, understanding of gamelan musical instruments, Indonesian School of Bangkok.