Penelitian ini bertujuan mengembangkan
media pembelajaran BADAS (Belajar Asyik Kebudayaan Surabaya)
berbasis pendekatan differentiated learning yang berorientasi sebagai
media pembelajaran untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari kebudayaan
Surabaya. Menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop,
Implement, Evaluate), penelitian ini menghasilkan media pembelajaran
berbasis Google Sites yang valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi
menunjukkan persentase kelayakan dari ahli materi 82%, ahli media 95%,
perangkat modul ajar 82%, dan perangkat pretest-posttest 82%.
Berdasarkan aspek kepraktisan, respons siswa mencapai 89,56% (sangat praktis)
dan respons guru 100% (sangat praktis). Keefektifan media dibuktikan dengan
peningkatan pemahaman siswa berdasarkan Uji-T yang menunjukkan perbedaan
signifikan antara pretest dan posttest, dengan rata-rata N-Gain
0,699 (kategori sedang). Kesimpulannya, media BADAS berbasis differentiated
learning terbukti valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran IPAS
tentang kebudayaan daerah Surabaya pada siswa kelas V SD. Media BADAS direkomendasikan sebagai opsi pembelajaran budaya lokal kelas
V SD di bawah pengawasan guru atau orang tua dan memerlukan internet stabil. Bagi
pengembang selanjutnya, disarankan memperbaiki ukuran font, menambah kosakata,
dan menyesuaikan konten dengan perkembangan teknologi agar media tetap relevan.
Kata Kunci: Pengembangan, BADAS, differentiated
learning, Kebudayaan Surabaya, IPAS