ANALISIS KAPASITAS BANJIR PADA PENAMPANG SUNGAI SADAR DALAM RANGKA PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI
ANALYSIS OF FLOOD CAPACITY ON A CROSS-SECTION OF THE SADAR RIVER FOR RIVER NORMALIZATION PLANNING
Berdasarkan catatan kejadian banjir, Sungai Sadar sering mengalamai permasalahan banjir, maka dari itu perlu di lakukan penelitian guna mengatasi permasalahan banjir yang ada di Sungai Sadar. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung seberapa besar kapasitas penampang Sungai Sadar dalam menampung debit banjir rencana yang masuk dan mengetahui di titik lokasi penampang Sungai mana saja yang berpotensi akan mengalami banjir. Penelitian ini menggunakan perhitungan manual untuk debit banjir rencananya dan aplikasi HEC-RAS dalam permodelan genangan banjirnya. Untuk perhitungan distribusi curah hujan, metode yang di gunakan adalah metode Gumbel. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayasu, HSS Snyder dan HSS ITB-1. Karena HSS ITB-1 merupakan debit banjir rencana yang terbesar maka menggunakan debit banjir rencana HSS ITB-1 dengan debit banjir rencana Q100 = 502,03 m3/det. Dalam permodelan banjir menggunakan HEC-RAS didapatkan bahwa titik penampang Sungai yang mengalami penguapan berada di STA 500, 600, 2208, 2950, 4400, 4850, 6400, 6550, 7991, 8300, 12445, dan 19400. Solusi dari titik penampang sungai yang mengalami banjir adalah melakukan normalisasi dengan cara mempertinggi penampang sungai pada semua STA setinggi 20 – 100 cm, dan normalisasi berupa pengerukan Sungai di STA 600 sedalam 50 cm
Sadar River often experiences flooding problems, therefore research is needed to overcome the flood problems at Sadar River. The purpose of this study is to calculate the capacity of the Sadar River cross-section to accommodate the incoming planned flood discharge and to find out which cross-section locations are potentially flooded. This study uses manual calculations for the planned flood discharge and the HEC-RAS application for flood inundation modeling. For the calculation of rainfall distribution, the method used is the Gumbel method. The calculation of the planned flood discharge uses the HSS Nakayasu, HSS Snyder and HSS ITB-1. Because HSS ITB-1 is the largest planned flood discharge, the planned flood discharge of HSS ITB-1 is used with a planned flood discharge of Q100 = 502.03 m3/sec. In flood modeling using HEC-RAS, it was found that the river cross-section points that experienced evaporation at STA 500, 600, 2208, 2950, 4400, 4850, 6400, 6550, 7991, 8300, 12445, and 19400. The solution to the river cross-section points that experienced flooding to carry out normalization by raising the river cross-section at STA 20 - 100 cm, and normalization in the form of dredging the river at STA 600 to a depth of 50 cm