ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM NOMOR 1672/Pid.B/2024/PN Sby TERKAIT TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE
JURIDICAL ANALYSIS OF JUDGE'S RULING NUMBER 1672/Pid.B/2024/PN Sby REGARDING THE CRIME OF ONLINE GAMBLING
Perjudian online merupakan aktivitas perjudian dilakukan melalui media internet dan berkembang pesat seiring kemajuan teknologi digital. Kemudahan akses terhadap berbagai situs judi online menjadikan praktik ini semakin marak, terutama di kalangan generasi muda yang menganggapnya sebagai cara instan untuk memperoleh uang. Fenomena tersebut berdampak pada menurunnya etos kerja dan mengganggu stabilitas sosial. Penelitian ini mengkaji Putusan Nomor 1672/Pid.B/2024/PN Sby dengan dua rumusan masalah: apakah penjatuhan putusan oleh Majelis Hakim telah sesuai dengan ketentuan Pasal 27 ayat (2) UU ITE No. 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas UU ITE No. 11 Tahun 2008? dan apa upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap Putusan Nomor 1672/Pid.B/2024/PN Sby?.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum meliputi bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara analisis-preskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa tidak memenuhi seluruh unsur delik Pasal 27 ayat (2) UU ITE No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE No. 11 Tahun 2008 sehingga penerapan pasal tersebut kurang tepat. Mengingat tenggat waktu pengajuan banding dan kasasi telah lewat, satu-satunya upaya hukum yang masih tersedia adalah Peninjauan Kembali (PK). PK diajukan tidak untuk memperoleh putusan bebas, melainkan untuk memperbaiki kekeliruan penerapan hukum, terutama ketika terdapat kesalahan dalam pemilihan dakwaan alternatif. Dengan demikian, PK menjadi instrumen korektif yang dapat menguntungkan terdakwa tanpa menghapus keseluruhan pertanggungjawaban pidananya.
Kata Kunci: Tindak Pidana Perjudian Online, Analisis Putusan, Unsur Delik, Upaya Hukum
Online gambling is a gambling activity carried out via the internet and is growing rapidly along with advances in digital technology. Playing online gambling has the impact of decreasing work ethic and disrupting social stability. One of the concrete factsabout online gambling is found in this research which examines Decision Number 1672/Pid.B/2024/PN Sby with the problem formulation: Is the decision made by the Panel of Judges in decision number 1672/Pid.B/2024/PN Sby in accordance with the provisions of Article 27 paragraph (2) of ITE Law No. 1 of 2024 concerning the second amendment to the ITE Law no. 11 of 2008? and What legal remedies can be taken against decisionnumber 1672/Pid.B/2024/PN Sby?.
The research method used is normative legal research with statutory, case and conceptual approaches. Legal materials consist of primary and secondary legal materials obtained through literature study and analyzed prescriptively.
The results of the research show that the defendant's actions did not fulfill all the elements of the offense of Article 27 paragraph (2) of the ITE Law no. 1 of 2024 concerning the Second Amendment to the ITE Law no. 11 of 2008 so that the application of this article is inaccurate. The only legal remedy available is Judicial Review (PK). PK is submitted not to obtain an acquittal, but rather to correct errors in the application of the law, especially when there is an error in selecting alternative charges. PK is a corrective instrument that can benefit the defendant without eliminating his entire criminal responsibility.
Keywords: Online Gambling Crime, Decision Analysis, Elements of Offense, Legal Remedies