KEKERASAN SIMBOLIK GURU PLB TERHADAP PESERTA DIDIK DI SLBN GUNUNGSARI BAURENO BOJONEGORO
SYMBOLIC VIOLENCE BY SPECIAL EDUCATION TEACHERS IN SPECIAL SCHOOL GUNUNGSARI BAURENO BOJONEGORO
Terjadinya kekerasan di sekolah masih banyak terjadi. Kekerasan dapat berupa fisik, verbal termasuk kekerasan simbolik. Kekerasan dilakukan dengan pemahaman untuk menciptakan keteraturan yang tertib, disiplin dan kondusif didalam kelas. Menciptakan kedisiplinan pada peserta didik melalui pendidikan di sekolah. Namun, dengan menggunakan kekerasan dapat memberikan akibat kepada peserta didik pada kenyamanan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali terkait kekerasan simbolik yang terjadi di SLB Negeri Gunungsari oleh guru PLB. Sebagaimana guru PLB seharusnya memiliki pengalaman serta pengetahuan yang lebih baik untuk penanganan anak-anak berkebutuhan khusus dalam memberikan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik yang mengalami kekerasan simbolik. Pengumpulan data yang dilakukan dengan tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini berdasarkan perspektif kekerasan Simbolik oleh Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menyatakan terjadinya kekerasan simbolik merupakan penerapan yang dilakukan untuk menciptakan moral kehormatan pada diri anak. Kekerasan dilakukan apabila peserta didik mengalami tantrum, tidak mengikuti pelajaran dengan baik ketika di dalam kelas serta tidak menerapkan aturan sekolah. Adapun reaksi dari peserta didik yang dimunculkan menunjukkan ketidaknyamanan terhadap guru menjadi bentuk penyesuaian dalam kegiatan belajar mengajar. Tindakan yang tegas bukan menjadi kekerasan semata akan tetapi untuk menciptakan moral kehormatan bagi pribadi peserta didik. Kekuasaan yang dimiliki oleh guru dijadikan sebagai ekosistem pendidikan yang dapat mengajarkan peserta didik memiliki perilaku yang baik.
Kata Kunci : Kekerasan Simbolik, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah
There are still many cases of violence in schools. Violence can be form of physical, verbal including symbolic violence. Violence is committed with the understanding to create orderly, disciplined and conducive in the classroom. Creating discipline to students through education in schools. However, using violence can have an impact to students on their learning comfort. This study aimed to explore the symbolic violence that occurred in Gunungsari State Special School by special education teachers. As special education teachers should have better experience and knowledge for handling children with special needs in providing education. This study used a qualitative approach with the subjects of this study were teachers and students who experienced symbolic violence. Data collection was collected with the observation, interview and documentation stages. The analysis in this study is based on the perspective of symbolic violence by Pierre Bourdieu. The results of the study stated that the occurrence of symbolic violence is an application to create moral honor in children. Violence is carried out when students have tantrums, do not follow the lessons well in class and do not apply school rules. The reactions from students that brought up show discomfort to the teacher into a form of adjustment in teaching and learning activities. Assertive actions are not just violence but to create moral honor for the personal students. The power possessed by the teacher is used as an educational ecosystem that can teach students to have good behavior.
Keywords: Symbolic Violence, Children with Special Needs, School