TINGKAT KECEMASAN DAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET BKC TAMBAKBOYO KABUPATEN TUBAN KELAS JUNIOR KATEGORI KUMITE
ANXIETY LEVEL AND SELF-CONFIDENCE OF BKC TAMBAKBOYO ATHLETES, TUBAN REGENCY, JUNIOR CLASS IN THE KUMITE CATEGORY
Kecemasan dan kepercayaan diri merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi performa atlet dalam situasi pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan dan kepercayaan diri atlet putra BKC Tambakboyo Kabupaten Tuban kelas junior kategori kumite. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Instrumen berupa angket kecemasan dan kepercayaan diri yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet berusia 16–17 tahun. Analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif persentase dan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan atlet berada pada kategori rendah. Enam atlet (60%) memiliki kecemasan rendah dan empat atlet (40%) berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 37,10. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar atlet mampu mengendalikan tekanan psikologis sebelum bertanding, sehingga memiliki kesiapan emosional yang baik. Pada variabel kepercayaan diri, sebanyak delapan atlet (80%) berada pada kategori sedang dan dua atlet (20%) berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata sebesar 39,90 dan standar deviasi 4,408. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa atlet telah memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri meskipun belum mencapai tingkat kepercayaan diri tinggi. Secara keseluruhan, kondisi psikologis atlet dinilai cukup stabil dan mendukung performa dalam pertandingan kumite. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pelatih agar menyusun program latihan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pengembangan mental atlet.
Anxiety and self-confidence are essential psychological components that affect an athlete’s performance in competitive environments. This study aimed to determine the levels of anxiety and self-confidence among junior male kumite athletes of BKC Tambakboyo, Tuban Regency. A quantitative descriptive method with a survey approach was employed. The instruments used were validated and reliable questionnaires on anxiety and self-confidence. The sample consisted of 10 athletes aged 16–17 years. Data were analyzed using descriptive percentage and mean score calculation. The findings demonstrated that the athletes’ anxiety levels were generally categorized as low. Six athletes (60 percent) exhibited low anxiety and four athletes (40 percent) showed moderate anxiety, with a mean score of 37.10. This indicates that most athletes were capable of managing competitive stress, contributing to good emotional readiness prior to matches. Regarding self-confidence, eight athletes (80 percent) showed a moderate level and two athletes (20 percent) exhibited a low level, with a mean score of 39.90 and a standard deviation of 4.408. These results imply that although the athletes possessed adequate belief in their abilities, their confidence had not yet reached an optimal level. Overall, the athletes demonstrated stable psychological conditions that support performance in kumite competitions. This study suggests that coaches need to integrate mental conditioning alongside physical training programs.