LIMBAH KAYU SEBAGAI BAHAN BERKARYA 2 DIMENSI OLEH SISWA KELAS XI- 4 SMA NEGERI 1 TAMBAKBOYO TUBAN
WOOD WASTE AS A 2-DIMENSIONAL MATERIAL FOR WORKS BY STUDENTS OF GRADE XI-4 OF STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 TAMBAKBOYO TUBAN
Kayu menjadi salah satu limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat, pemanfaatan kayu yang kurang maksimal menjadikan limbah tersebut dibiarkan menumpuk. Lingkungan dapat menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memanfaatkan potensi alam sekitar dapat melatih siswa untuk peduli terhadap permasalahan lingkungan. Dalam pembelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Tambakboyo, penerapan prinsip-prinsip seni pada proses berkarya masih kurang. Penggunaan bahan dan media menjadi salah satu komponen terpenting dalam proses berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persiapan, proses, hasil berkarya, serta memaparkan respon siswa dan guru. Metode yang digunakan kualitatif disajikan secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tambakboyo, Tuban. Dengan subjek 36 siswa kelas XI- 4, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Instrumen penilaian terdiri dari perencanaan, proses, teknik, dan hasil karya. Menganalisis data dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Persiapan pembelajaran dengan menyiapkan modul ajar, ppt, alat, dan bahan berkarya. Proses pembelajaran dilakukan 3 kali pertemuan dengan tahapan yaitu desain karya, penyusunan, pengeleman, pengamplasan, dan plitur. Menghasilkan 4 karya hiasan dinding ukuran A3/12R. Dengan hasil penilaian, kelompok 1 nilai 96, kelompok 2 nilai 93, kelompok 3 nilai 80, dan kelompok 4 nilai 83. Respon siswa dan guru seni budaya diantaranya yaitu, pembelajaran ini menumbuhkan kreativitas siswa dengan menggunakan limbah kayu, siswa dapat mencari solusi serta ide untuk menciptakan karya seni yang unik dan menarik, dan pembelajaran ini cukup menarik dalam memanfaatkan bahan yang tidak terpakai menjadi karya seni yang mempunyai nilai jual atau artistik.
Kata Kunci: Limbah kayu, karya 2 dimensi, prinsip-prinsip seni rupa 2 Dimensi.
Wood is one of the organic wastes produced from community activities, the less than optimal utilization of wood causes the waste to be left to pile up. The environment can be a source of learning for students by utilizing the potential of the surrounding nature can train students to care about problems in the environment. In art and culture learning at SMA Negeri 1 Tambakboyo, the application of art principles to the creative process is still lacking. The use of materials and media is one of the most important components in the creative process. This study aims to determine and describe the preparation, process, results of the work, and explain the responses of students and teachers. The method used is qualitative presented descriptively. The study was conducted at SMA Negeri 1 Tambakboyo, Tuban. With 36 subjects of grade XI-4 students, data collection techniques through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The assessment instruments consist of planning, process, techniques, and results of the work. Analyze data with data reduction techniques, data presentation, and draw conclusions. Preparation for learning by preparing teaching modules, ppt, tools, and creative materials. The learning process is carried out in 3 meetings with stages, namely work design, arrangement, gluing, sanding, and polishing. Produced 4 wall decoration works in A3/12R size. With the assessment results, group 1 scored 96, group 2 scored 93, group 3 scored 80, and group 4 scored 83. The responses of students and art and culture teachers include, this learning fosters students' creativity by using wood waste, students can find solutions and ideas to create unique and interesting works of art, and this learning is quite interesting in utilizing unused materials into works of art that have a selling or artistic value.
Keywords: Wood waste, 2-dimensional works, rinciples of 2-dimensional art.