CHILD GROOMING PADA MEDIA SOSIAL SEBAGAI MODUS BARU PELECEHAN SEKSUAL ANAK DI DESA KEDUNGPELUK
CHILD GROOMING ON SOCIAL MEDIA AS A NEW MODE OF CHILD SEXUAL ABUSE IN KEDUNGPELUK VILLAGE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman korban child grooming pada media sosial di Desa Kedungpeluk yang bermula dari adanya interaksi dengan pelaku di media sosial hingga berujung pada pelecehan seksual. Terdapat motif yang menyebabkan korban berinteraksi hingga memiliki hubungan dengan para pelaku. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz yang membahas mengenai because motive dan in order to motive. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain studi fenomenologi. Informan dalam penelitian ini ialah korban child grooming yang berjumlah lima orang dan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah member check dan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima korban child grooming di Desa Kedungpeluk memiliki pengalaman peristiwa child grooming yang berbeda. Kejadian child grooming yang dialami oleh para korban bermula dari adanya interaksi dengan pelaku di media sosial hingga berujung pada pelecehan seksual. Terdapat motif “sebab” dan “tujuan” para korban berinteraksi dan menjalin hubungan dengan para pelaku. Motif korban child grooming di Desa Kedungpeluk melakukan interaksi dengan pelaku ialah karena mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Para korban hanya ingin memenuhi kebutuhan dalam hidupnya yakni memiliki sosok yang bisa mengerti dan menyayangi dirinya yang semestinya mereka dapatkan dari keluarganya.
Kata Kunci: Child Grooming, Media Sosial, Pelecehan Seksual Anak
This study aims to describe the experience of child grooming victims on social media in Kedungpeluk Village which starts from interactions with perpetrators on social media to lead to sexual harassment. There are motives that cause victims to interact to have relationships with perpetrators. This research is analyzed using Alfred Schutz's phenomenological theory which discuss because motive and in order to motive. This research uses a qualitative approach using a phenomenological study design. The informants in this study were child grooming victims totaling five people and were selected using purposive sampling techniques. Data was collected by means of in-depth interviews and documentation. The location of this research is in Kedungpeluk Village, Candi District, Sidoarjo Regency. Data analysis techniques start from data collection, data condensation, data presentation, and conclusions. Data validity techniques in this study are member checks and reference materials. The results of this study showed that five child grooming victims in Kedungpeluk Village had different experiences of child grooming events. Child grooming incidents experienced by victims began with interactions with perpetrators on social media to lead to sexual harassment. There are "cause" and "purpose" motives for victims to interact and establish relationships with perpetrators. The motive for child grooming victims in Kedungpeluk Village to interact with perpetrators is because they really need attention and affection. The victims just want to make ends meet in their lives, namely having a figure who can understand and love themselves that they should get from their families.
Keywords: Child Grooming, Social Media, Child Sexual Abuse