Implementasi Model Pembelejaran Sorogan-Bandongan untuk Ketuntasan Individu pada Materi Asam Basa
Implementation of Sorogan-Bandongan Learning Model for Individual Completion on Acid-Base Material
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas peserta didik, ketuntasan individu peserta didik, dan respon peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran sorogan-bandongan pada materi asam basa. Jenis penelitian ini adalah pra ekperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest. Sasaran penelitian ini adalah 33 peserta didik SMA. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran sorogan-bandongan, lembar aktivitas peserta didik, lembar penilaian kognitif, lembar tes diagnostik, dan lembar angket respon peserta didik. Hasil peneitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran sorogan-bandongan memperoleh skor keterlaksanaan pada rentang 3-4 sehingga dapat dikatakan guru telah melaksanakan sintaks pembelajaran dengan baik pada setiap pertemuannya. (2) Aktivitas fisik peserta didik dapat dikatakan baik jika persentase aktivitas yang relevan lebih tinggi daripada aktivitas tidak relevan dengan persentase ≥61%. Didapatkan bahwa pada pertemuan 1 hingga 3 memperoleh skor persentase rata-rata berturut-turut 88,89%, 91,67%, dan 94,44%. Sedangkan untuk persentase aktivitas tidak relavan pada pertemuan 1-3 secara berturut-turut sebesar 11,11%, 8,00%, dan 5,56%. Aktivitas berpikir peserta didik dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila memenuhi syarat dengan nilai persentase aktivitas berpikir ≥61%. Didapatkan bahwa persentase pada handout sebesar 30,30% sedangkan persentase pada LKPD sebesar 96,96%. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara tingkat ketuntasan peserta didik pada handout dan pada LKPD. Perbedaan ini diduga terjadi karena perbedaan kondisi pengerjaan. (3) Ketuntasan individu peserta didik dapat dikatakan tuntas apabila mendapatkan nilai 100. Didapatkan bahwa hasil ketuntasan klasikal sebesar 100%. Ketuntasan individu pada pembelajaran sorogan-bandongan dapat dikatakan berhasil apabila mendapatkan nilai N-gain dengan kriteria sedang dan tinggi yang mencapai 85% (Hake, 2002). Didapatkan bahwa N-gain memperoleh kategori tinggi sebesar 100%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pembelajaran sorogan-bandongan berhasil untuk ketuntasan individu peserta didik. (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran sorogan-bandongan dapat dikatakan baik apabila mendapatkan persentase ≥61%. Didapatkan bahwa respon peserta didik mendapatkan skor 95,56% dengan krtiteria sangat baik.
Kata Kunci: Pembelajaran Sorogan-Bandongan, Ketuntasan Individu, dan Asam Basa
This study aims to describe the implementation of learning, student activities, individual completeness of students, and student responses after applying the sorogan-bandongan learning model on acid-base material. This type of research is a pre-experiment with a one group pretest-posttest design. The target of this study were 33 high school students. The instrument used is an observation sheet for the implementation of the sorogan-bandongan learning model, student activity sheet, cognitive assessment sheet, diagnostic test sheet, and student response questionnaire sheet. The results showed that (1) the implementation of the sorogan-bandongan learning model obtained an implementation score in the range of 3-4 so that it can be said that the teacher has implemented the learning syntax well at each meeting. (2) The physical activity of students can be said to be good if the percentage of relevant activities is higher than irrelevant activities with a percentage of ≥61%. It was found that at meetings 1 to 3 obtained an average percentage score of 88.89%, 91.67%, and 94.44% respectively. Meanwhile, the percentage of irrelevant activities at meetings 1-3 was 11.11%, 8.00%, and 5.56% respectively. Students' thinking activities can be said to be well implemented if they meet the requirements with a percentage value of thinking activities ≥61%. It was found that the percentage on the handout was 30.30% while the percentage on the LKPD was 96.96%. There is a significant difference between the level of completeness of students on handouts and on LKPD. This difference is thought to occur due to differences in working conditions. (3) Individual completeness of students can be said to be complete if they get a score of 100. It was found that the result of classical completeness was 100%. Individual completeness in sorogan-bandongan learning can be said to be successful if it gets an N-gain value with medium and high criteria that reaches 85% (Hake, 2002). It was found that the N-gain obtained a high category of 100%. Therefore, it can be said that sorogan-bandongan learning is successful for students' individual completeness. (4) Students' response to sorogan-bandongan learning can be said to be good if they get a percentage of ≥61%. It was found that the students' response scored 95.56% with very good criteria.
Keywords: Sorogan-Bandongan Learning, Individual Completeness, and Acid-Base