PENGARUH LATIHAN TABATA TERHADAP KEMAMPUAN VO2 MAX ATLET PENCAK SILAT KATEGORI SENI
THE EFFECT MODIFIED TABATA TRAINING ON VO2 MAX ABILITY OF PENCAK SILAT ATHLETES IN THE ARTISIC CATEGORY
Daya tahan aerobik VO2Max atlet merupakan komponen fisik yang penting dalam cabang olahraga pencak silat terutama kategori seni, sementara sebagian atlet kategori seni menunjukkan kurangnya performa pada aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan tabata terhadap kemampuan VO2 Max atlet pencak silat kategori seni. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pra-eksperimen menggunakan model one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah 14 atlet pencak silat kategori seni, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Frekuensi latihan dilakukan sebanyak 12 pertemuan dengan rincian latihan seminggu 2 kali pertemuan, selama 6 minggu. Instrumen pengumpulan data menggunakan bleep test untuk mengukur VO2 Max, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t menggunakan bantuan SPSS versi 20. Output temuan menggambarkan nilai sig latihan tabata terhadap kemampuan VO2 Max sejumlah 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan tabata berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan VO2 Max atlet pencak silat kategori seni. Temuan ini menegaskan bahwa metode latihan intensitas tinggi berbasis interval seperti latihan tabata dapat menjadi alternatif efektif dalam program kepelatihan untuk meningkatkan daya tahan aerobik, sehingga mendukung performa atlet dalam mempertahankan kualitas teknik dan estetika gerakan sepanjang pertandingan.
Kata Kunci: Latihan Tabata, VO2Max, Pencak Silat, Kategori Seni.
Aerobic endurance VO2Max is an essential physical component for pencak silat athletes, particularly in the artistic category. However, several artistic-category athletes demonstrate suboptimal performance related to aerobic endurance capacity. This study aimed to analyze the effect of Tabata training on the VO2 Max ability of pencak silat athletes in the artistic category. The research employed an experimental method with a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest model. The population consisted of 14 pencak silat athletes in the artistic category at Kedungrejo Sport Silat, with samples selected through purposive sampling. The training program was conducted over 12 sessions, performed twice per week for six weeks. Data were collected using the bleep test to measure VO2 Max, while data analysis involved the Shapiro–Wilk normality test and a paired t-test using SPSS version 20. The results indicated a significant effect of Tabata training on VO2 Max improvement, with a significance value of 0.000 smaller than 0.05. These findings confirm that high-intensity interval training methods such as Tabata training can serve as an effective alternative in coaching programs to enhance aerobic endurance, thereby supporting athletes ability to maintain technical quality and movement aesthetics throughout performance.
Keywords: Tabata training, VO2Max, pencak silat, artistic category.