SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN LIMBAH KERAMIK SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AC-BASE (ASPHALT CONCRETE-BASE)
SUBSTITUTION OF FINE AGGREGATE WITH CERAMIC WASTE AS A MIXING MATERIAL FOR AC-BASE
(ASPHALT CONCRETE-BASE)
Perkembangan pembangunan jalan di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan, mengingat jalan merupakan infrastruktur utama dalam menggerakkan perekonomian nasional dan regional. Perkembangan beban lalu lintas yang terjadi baik dari segi jenis kendaraan dan volume lalu lintas. Maka perlu dilakukan pelapisan ulang dengan perkerasan baru. Salah satu jenis perkerasan tersebut yaitu lapis aspal beton (laston) yang sering digunakan pada jalan yang memiliki beban lalu lintas berat. Selain itu, penggunaan agregat alam yang berlebihan dalam campuran perkerasan jalan dapat mengakibatkan penipisan sumber daya alam, sehingga diperlukan inovasi untuk mengurangi penggunaannya. Dalam penelitian ini membahas mengenai penggunaan limbah keramik, limbah keramik diperoleh dari penjual keramik di Jalan Tidar No.272 - 274, Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Limbah keramik sebagai substitusi agregat halus dalam perkerasan jalan lapisan AC-BASE. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui analisis komposisi agregat, mengetahui nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) pada campuran beraspal lapisan AC-BASE (Asphalt Concrete-Base). Dengan substitusi keramik pada agregat halus, serta mengetahui karakteristik Marshall pada campuran perkerasan yang menggunakan limbah keramik sebagai substitusi agregat halus pada lapisan AC-BASE. Metode penelitian ini berupa pengujian di laboratorium, variasi persentase limbah keramik yang di gunakan yaitu 20%, 30%, dan 40%, hasil yang diperoleh yaitu dengan penggunaan kadar keramik 30% yang optimal, dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,7%, menghasilkan nilai VIM sebesar 4,7%, VMA sebesar 14,95%, dan VFA sebesar 68,58%, Marshall Quotient mencapai 423,4 kg/mm, Stabilitas 1810,5, Flow 4,3 mm, dan durabilitas sebesar 95, 24%.
The development of road construction in Indonesia has made significant progress, considering that roads are the main infrastructure in driving the national and regional economy. The development of traffic loads that occur both in terms of vehicle types and traffic volumes. So it is necessary to resurface with new pavement. One type of pavement is asphalt concrete layer (laston) which is often used on roads that have heavy traffic loads. In this research discusses the use of ceramic waste, ceramic waste is obtained from a ceramic seller on Jalan Tidar No.272 - 274, Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Surabaya, East Java ceramic waste as a substitute for fine aggregate in AC-BASE layer pavement. This research has the aim of knowing the analysis of aggregate composition, knowing the value of the optimum asphalt content (KAO) in the AC-BASE (Asphalt Concrete-Base) layer asphalt mixture. With ceramic substitution in fine aggregate, and knowing the marshall characteristics of pavement mixtures that use ceramic waste as a substitute for fine aggregate in the AC-BASE layer. This research method is in the form of laboratory testing, the percentage variation of ceramic waste used is 20%, 30%, and 40%, the results obtained are the optimal use of 30% ceramic content, with an optimum asphalt content (KAO) of 5.7%, resulting in a VIM value of 4.7%, VMA of 14.95%, and VFA of 68.58%, the Marshall Quotient value reaches 423.4 kg/mm, a stability value of 1810.5,Flow value of 4.3 mm and a durability value of 95, 24%.