Masa balita (bayi
lima tahun) merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak yang ditandai
oleh pertumbuhan pesat dan kebutuhan gizi tinggi, sehingga peran Posyandu (Pos
Pelayanan Terpadu), seperti Posyandu Keluarga Teratai, sangat penting dalam
memantau kesehatan balita. Selama ini pencatatan dilakukan secara manual
melalui Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan laporan, namun metode tersebut
dinilai kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan. Oleh karena itu, peneliti
merancang sebuah sistem untuk menentukan peringkat balita sehat dengan
menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan
kriteria dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal
Solution (TOPSIS) untuk pemeringkatan. Metode AHP menunjukkan bobot
tertinggi pada kriteria Berat Badan (0,322), diikuti oleh Tinggi Badan (0,228), Lingkar Lengan Atas (0,179), Lingkar
Kepala (0,144), Asupan Gizi (0,065), dan Imunisasi (0,062), serta menghasilkan
nilai Consistency Ratio sebesar 0,095 yang menunjukkan konsistensi antar
kriteria. Metode TOPSIS digunakan untuk menghasilkan peringkat balita
berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal, yang menghasilkan 23 balita
dengan status sehat, 2 butuh perhatian, dan 3 butuh penanganan. Sistem diuji
menggunakan metode Black Box Testing dengan hasil akurasi 100%,
membuktikan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan. Sistem ini
diharapkan dapat mempermudah kader posyandu dalam pemantauan kesehatan balita
serta meningkatkan kesadaran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Posyandu, Balita Sehat, Analytical
Hierarchy Process (AHP), Technique for Order of Preference by Similarity
to Ideal Solution (TOPSIS)