Tantangan pembelajaran di abad ke-21 menuntut
peserta didik menguasai berbagai keterampilan, salah satunya adalah
keterampilan literasi sains yaitu kecakapan dalam memahami dan menerapkan
konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan
instrumen tes literasi sains yang terintegrasi kearifan lokal pembuatan batik
Karang khas Tuban dan mengidentifikasi profil kemampuan literasi sains peserta
didik pada materi suhu dan kalor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode pengembangan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, and Evaluation ). Pengumpulan data
dilakukan menggunakan metode wawancara, angket validasi, dan tes untuk mengukur
kemampuan literasi sains. Data penelitian berupa validitas teoritis dan empiris
instrumen tes. Instrumen tes diujicoba pada 30 mahasiswa tingkat pertama
Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Surabaya dan
diimplementasikan pada 70 peserta didik kelas XI-G dan XI-F di SMA Negeri 1
Tuban. Hasil uji validitas teoritis memenuhi kriteria layak berdasarkan nilai Percentage
of Agreement (PoA) sebesar 97,44% untuk aspek isi, 97,30% untuk aspek
konstruksi, dan 100% pada aspek bahasa. Sedangkan untuk validitas empiris
diperoleh hasil sebanyak 67% dari 15 soal berkategori valid sedangkan 33%
berkategori tidak valid. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,690
berarti instrumen tes yang dikembangkan termasuk reliabel kategori tinggi.
Selain itu, nilai tingkat kesukaran butir soal instrumen tes
yang dikembangkan telah mencakup variasi tingkat kesukaran, dengan rincian 67%
butir soal berkategori mudah, 27% sedang, dan 6% sukar, dalam rentang taraf
kesukaran kisaran 0,294-0,973. Serta nilai daya pembeda instrumen berada pada kisaran 0,105 hingga 0,293,
dengan 67% butir soal berkategori cukup dan 33% berkategori jelek. Profil
kemampuan literasi sains peserta didik menunjukkan hasil 4 peserta
didik dengan kategori sangat rendah, 13 peserta didik berkategori rendah, 11 termasuk kategori cukup, 24 peserta didik termasuk kategori tinggi, dan 18 peserta didik berkategori sangat tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes literasi
sains pada materi suhu dan kalor yang terintegrasi kearifan lokal pembuatan
batik Karang khas Tuban yang telah dikembangkan layak digunakan untuk mengukur
kemampuan literasi sains peserta didik.
Kata
kunci: Instrumen tes, Literasi sains, Suhu dan Kalor, Batik
Karang, Profil literasi sains peserta didik