Konsolidasi Tanah Pertanian Di Desa Jatirejo Dan Desa Mangunharjo Kabupaten Ngawi
Implementation Of Agricultural Land Consolidation In Jatirejo Village And Mangunharjo Village, Ngawi Regency
Penatagunaan tanah mengatur mengenai pembangunan salah satunya merupakan pembangunan infrastruktur untuk fasilitas umum masyarakat yang berfungsi sosial, ekonomi yaitu untuk memudahkan masyarakat dalam fasilitas dan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Salah satu kegiatan penatagunaan tanah adalah konsolidasi tanah. Konsolidasi tanah dibagi menjadi dua yaitu konsolidasi tanah pertanian dan konsolidasi tanah perkotaan. Konsolidasi tanah pertanian digunakan yang paling utama untuk kesejahteraan para petani. Pda tahun 2019 dan 2020 dilaksanakan konsolidasi tanah pertanian di Kabupaten Ngawi Jawa Timur lebih tepatnya di Desa Jatirejo dan Mangunharjo, Kabupaten Ngawi merupakan lumbung padi terbesar nomor 2 setelah Lamongan dengan data produksi padi sebesar 786,48 ribu ton GKG dengan luas lahan pertanian per 2020 seluas 50.715 Ha yang bersumber dari data Badan Pusat Statistik sebagai berikut (BPS Ngawi 2021). Dalam pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Kabupaten Ngawi berdasar pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah yang dalam pelaksanaannya ditemui beberapa kendala dan permasalahan. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian dan untuk mengetahui kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Desa Jatirejo Kecamatan Kasreman dan Mangunharjo Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi.Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis sosiologis atau penelitian hukum yuridis empiris dengan mengamati berlakunya hukum di masyarakat dengan bertitik tolak data yang diperoleh langsung dari masyarakat sebagai sumber utama dengan melakukan penelitian lapangan menganalisis permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Desa Jatirejo Kecamatan Kasreman dan Desa Mangunharjo Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi.
Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Desa Jatirejo dan Mangunharjo Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan pada tahun 2019 dan tahun 2020 sudah sesuai dengan Permen ATR/BPN Nomor 12 Tahun 2019 dengan perencanaan sesuai dengan petunjuk teknis. Konsolidasi tanah di Kabupaten Ngawi merupakan konsolidasi tanah pertanian berupa pelebaran jalan yang melibatkan perangkat desa dan masyarakat tani yang mana peran masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan konsolidasi tanah karena tujuan konsolidasi tanah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Kabupaten Ngawi sesuai dengan peraturan bukan berarti tidak menemui kendala dan permasalahan, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan konsolidasi tanah pertanian di Kabupaten Ngawi namun sudah terselesaikan secara musyawarah oleh masyarakat peserta konsolidasi tanah dan BPN Kabupaten Ngawi yang didampingi dengan perangkat desa Jatirejo dan Mangunharjo Kabupaten Ngawi.
Kata kunci : konsolidasi tanah pertanian, Desa Jatirejo, Ngawi.
Land stewardship regulates development, one of which is the construction of infrastructure for public facilities that function socially and economically, namely to facilitate the community in facilities and to raise the standard of living of the community. One of the land use stewardship activities is land consolidation. Land consolidation is divided into two, namely agricultural land consolidation and urban land consolidation. The consolidation of agricultural land is used primarily for the welfare of the farmers. In 2019 and 2020, the consolidation of agricultural land will be carried out in Ngawi Regency, East Java, more precisely in Jatirejo and Mangunharjo Villages, Ngawi Regency is the second largest rice barn after Lamongan with rice production data of 786.48 thousand tons of GKG with an area of agricultural land in 2020 of 50,715 Ha, sourced from Central Statistics Agency (BPS Ngawi 2021). In carrying out the consolidation of agricultural land in Ngawi Regency based on the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Number 12 of 2019 concerning Land Consolidation which in its implementation encountered several obstacles and problems. Therefore the purpose of this research is to find out the implementation of agricultural land consolidation and to find out the constraints and problems in implementing agricultural land consolidation in Jatirejo Village, Kasreman and Mangunharjo Districts, Padas District, Ngawi Regency. This research is sociological juridical law or empirical juridical law by observing the enactment of law in society with starting point as data obtained directly from the community as the main source by conducting field research analyzing problems and constraints in implementing agricultural land consolidation in Jatirejo Village, Kasreman District and Mangunharjo Village, Ngawi Regency.
The results of this study are that the implementation of the consolidation of agricultural land in Jatirejo and Mangunharjo Villages, Ngawi Regency which was carried out in 2019 and 2020 is in accordance with the ATR/BPN Regulation Number 12 of 2019 with planning in accordance with technical instructions. Land consolidation in Ngawi Regency is a consolidation of agricultural land in the form of road widening which involves village officials and farming communities where the community's role is very important in carrying out land consolidation because the purpose of land consolidation is for the welfare of the community. The implementation of the consolidation of agricultural land in Ngawi Regency in accordance with the regulations does not mean that there are no obstacles and problems, there are several obstacles and problems in the implementation of the consolidation of agricultural land in Ngawi Regency but have been resolved by deliberation by the community participating in land consolidation and the BPN of Ngawi Regency accompanied by village officials Jatirejo and Mangunharjo Ngawi Regency.
Keywords : agricultural land consolidation, Jatirejo Village, Ngawi.