Literature Circles sebagai Ruang Ketiga dalam Setting Indonesia EFL: Praktik dan Pengalaman
Literature Circles as Third Space in Indonesian EFL Setting: Practices and Experiences
Pengajaran membaca EFL di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah karena siswa jarang membaca teks bahasa Inggris autentik dan biasanya membaca hanya untuk tugas sekolah, sementara kegiatan kelas terlalu berfokus pada soal-soal buku teks daripada diskusi yang bermakna. Dari perspektif New Literacy Studies, literasi dipahami sebagai praktik yang dibentuk oleh aturan sekolah, budaya, dan kehidupan sehari-hari siswa. Literature Circles menawarkan pendekatan yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa, tetapi belum banyak diketahui bagaimana kelompok belajar yang dipimpin siswa di luar kelas menciptakan “Ruang Ketiga” (Third Space) yang memadukan literasi personal, kultural, dan akademik. Dengan menggunakan narrative inquiry, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Literature Circles di komunitas Pena Peka berjalan serta bagaimana siswa dan guru mengalaminya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Literature Circles menjadi Ruang Ketiga yang bermakna, tempat siswa membaca dengan bebas, berdiskusi secara terbuka, dan mengembangkan keterampilan bahasa yang autentik meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan buku, aturan ketat pesantren, dan jadwal yang padat. Siswa juga menunjukkan inisiatif yang kuat melalui kegiatan berbagi buku, pendanaan mandiri, dan partisipasi aktif, sementara guru mendukung mereka dengan membimbing diskusi dan menciptakan aktivitas belajar yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik literasi yang digerakkan siswa, ketika didukung oleh guru dan sekolah, memiliki potensi transformasional untuk membangun komunitas membaca yang kuat dan berkelanjutan.
Indonesian EFL reading instruction still faces problems because students rarely read authentic English texts and usually read only for school tasks, while classroom activities focus too much on textbook questions instead of real discussion. From a New Literacy Studies perspective, literacy is shaped by school rules, culture, and students’ daily lives. Literature Circles offer a more interactive, student-centered approach, but little is known about how student-led groups outside class create a “Third Space” that blends personal, cultural, and academic literacies. Using narrative inquiry, this study explored how Literature Circles in the Pena Peka community work and how students and teachers experience them. The findings show that Literature Circles become a meaningful Third Space where students read freely, discuss openly, and develop authentic language skills, despite challenges like limited books, strict Islamic boarding school rules, and busy schedules. Students show strong initiative through book sharing, self-funding, and active participation, while teachers support them by guiding discussions and creating inclusive learning activities. The study highlights that the transformative potential student-driven literacy practices, supported by teachers and schools, can build strong and sustainable reading communities.