INTEGRASI IDENTITAS PADA "CATCH ME IF YOU CAN" (2002) KARYA STEVEN SPIELBERG
IDENTITY INTEGRATION IN STEVEN SPIELBERG’S "CATCH ME IF YOU CAN" (2002)
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji empat jenis integrasi identitas dan pengaruhnya pada tokoh utama dalam film "Catch Me If You Can" (2002) karya Steven Spielberg. Ini menjelaskan penyakit psikologis yang menyebabkan karakter utama dalam film memiliki beberapa indentitas. Akhir-akhir ini, identitas adalah topik yang rumit dan menjadi salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan. Frank William Abagnale Jr., karakter utama dalam cerita ini, adalah seorang pria muda yang menjanjikan dengan masalah keluarga yang rumit. Akibatnya, berbagai masalah selama masa remaja Frank berpegaruh pada kondisi psikologisnya. Penelitian ini merupakan analisis psikoanalitik yang menggunakan teori psikologi Erik Erikson (1902) serta bahasa sinematografi Warren Buckland (1966) dan Timothy Heiderich. Temuan menunjukkan bahwa Frank William Abagnale Jr. menderita kondisi psikologis. Gejala disintegrasi identitasnya sebagian besar disebabkan oleh situasi keluarga yang dihadapinya pada masa remajanya, dan hal itu berdampak pada masa depannya. Dia harus meniru identitas orang lain untuk mengatasi kehancurannya. Akibatnya, Frank William Abagnale Jr., karakter utama film itu, menjadi gila karena dia mendapat jutaan dolar sebelum dia berusia sembilan belas tahun.
The purpose of this paper is to examine the four types of identity integration and the affection to the main character in Steven Spielberg's film "Catch Me If You Can" (2002). It elucidates the psychological illness that led to the main character's multiple identities in the film. Identity is a complicated topic these days, and it has become one of the most debated topics. Frank William Abagnale Jr., the primary character in this story, is a promising young man with complicated family concerns. As a result, various issues during Frank's adolescence contributed to his psychological condition. The research is a psychoanalytic analysis that employs Erik Erikson's (1902) psychological theory as well as Warren Buckland's (1966) and Timothy Heiderich's cinematographic language. The findings show that Frank William Abagnale Jr. suffers from a psychological condition. His symptoms of identity disintegration are primarily due to a family situation that he was dealing with at the time of his adolescence, and it has an impact on his future. He must impersonate other people's identities in order to overcome his breakdown. As a result, Frank William Abagnale Jr., the movie's main character, is insane since he gets millions of dollars before he is nineteen.