An Overview Of Burnout In Recreational Running Communities
Penelitian ini bertujuan menggambarkan fenomena burnout pada komunitas pelari rekreasional di Surabaya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan enam partisipan yang terdiri atas ketua komunitas, dua pelatih, dan tiga anggota komunitas melalui wawancara mendalam serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout muncul dalam tiga manifestasi utama yang merefleksikan dimensi umum burnout, yaitu kelelahan emosional, penarikan diri dari kegiatan komunitas, dan penurunan perasaan pencapaian pribadi. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan berdampak pada motivasi, konsistensi latihan, serta keterlibatan sosial pelari dalam komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa burnout pada pelari rekreasional merupakan fenomena psikologis yang kompleks yang dipengaruhi oleh tuntutan aktivitas, tekanan sosial, dan persepsi terhadap performa diri. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi komunitas olahraga untuk mengembangkan strategi pendukung dan pengelolaan beban latihan guna mencegah burnout pada pelari non- profesional. Simpulan, penelitian ini berhasil menggambarkan fenomena burnout sebagaimana tujuan yang ditetapkan, yaitu mengidentifikasi bentuk pengalaman burnout yang dialami pelari rekreasional dalam aktivitas komunitasnya.
Kata Kunci: burnout, pelari rekreasional, kelelahan emosional, komunitas olahraga, motivasi.
This study aims to describe the phenomenon of burnout within a recreational running community in Surabaya. A descriptive qualitative approach was employed involving six participants—one community leader, two coaches, and three members—through in-depth interviews and participatory observations. The findings indicate three key manifestations of burnout that align with commonly recognized dimensions: emotional exhaustion, social withdrawal from community activities, and reduced personal accomplishment. These aspects are interrelated and influence runners’ motivation, training consistency, and social engagement within the community. The study highlights that burnout among recreational runners is a complex psychological phenomenon shaped by training demands, social pressures, and self-perceived performance. The findings offer practical implications for running communities to develop supportive structures and training load management strategies to prevent burnout among non-professional runners. In conclusion, this study successfully describes the burnout phenomenon as stated in the objectives, namely identifying the forms of burnout experiences experienced by recreational runners in their community activities
Keywords: burnout, recreational runners, emotional exhaustion, sports community, motivation.