Pengembangan Media Pembelajaran ViBot untuk Melatihkan Literasi Digital Kelas X SMA
Development of ViBot to Train Digital Literacy of 10th Grade High School Student
Dunia memasuki era Society 5.0, dimana globalisasi dan evolusi teknologi digital berkembang sangat pesat serta membawa perubahan yang signifikan pada masyarakat seperti munculnya Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan), Internet of Things (internet untuk semua hal), Big Data (data yang besar), dan robot. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan dengan menerapkan media belajar berbasis TIK yang bisa diakses melalui berbagai perangkat elektronik. Berkaitan dengan itu juga mampu melatih kemampuan literasi digital. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah Telegram. Berdasarkan angket respon yang disebar ke 20 peserta didik, 70% diantaranya menggunakan aplikasi Telegram, namun jarang dimanfaatkan untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran bot Telegram pada materi virus yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Data dikumpulkan melalui metode validasi, keterbacaan Fry, angket, dan tes. Uji coba penelitian dilakukan pada 20 peserta didik SMA Labschool Unesa 1. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ViBot sangat valid dengan perolehan skor validitas 3,87 sehingga tepat digunakan dalam pembelajaran; ViBot dinyatakan praktis ditinjau dari hasil uji keterbacaan yang menunjukkan level 10 dan respon peserta didik dengan persentase 97,5%; ViBot dinyatakan sangat efektif berdasarkan ketuntasan indikator literasi digital dengan persentase 83,75% menunjukkan kategori sangat bagus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dihasilkan ViBot yang valid, praktis, dan efektif digunakan untuk melatihkan literasi digital pada kelas 10.
The world is transitioning toward Society 5.0, characterized by increasing globalization and advancements in digital technology, leading to substantial societal transformations, including the rise of Artificial Intelligence (AI), the Internet of Things, Big Data, and robots. Education may capitalize on this by utilizing ICT-based learning media accessible via diverse electronic device. Furthermore, it possesses the capacity to improve digital literacy competencies. Telegram is one of the available technologies. A survey conducted among 20 students revealed that 70% utilize the Telegram application, while its use for academic is infrequent. This project aims to create a valid, practical, and effective Telegram bot for acquiring knowledge about viruses. This study employs the 4D method (Define, Design, Develop, and Disseminate). Data were gathered utilizing validation procedures, Fry readability assessments, questionnaires, and examinations. The research trial was conducted on 20 students from Labschool Unesa 1 High School. We examined the gathered data employing descriptive-quantitative methodologies. The research findings indicate that ViBot possesses a high validity score of 3.87, rendering it appropriate for educational purposes; it is regarded as practical according to the readability assessment, which yielded a level 10 and a student response rate of 97.5%; ViBot is classified as highly effective based in the comprehensiveness of digital literacy indicators, achieving a percentage of 83.75%, which falls within the very good category. Consequently, we can ascertain that ViBot is valid, practical, and effective for imparting digital literacy in the 10th grade.