PENYUSUNAN PERENCANAAN MANAJEMEN RISIKO TERKAIT WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP DAN PENUNJANGN (ABHINAYA) RS RADJIMAN WEDIODININGRAT, LAWANG)
RISK MANAGEMENT PLANNING FOR TIME PERFORMANCE (CASE STUDY: ABHINAYA INPATIENT AND SUPPORTING BUILDING PROJECT, RADJIMAN WEDIODININGRAT HOSPITAL, LAWANG)
Proyek konstruksi rumah sakit memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga rentan terhadap risiko keterlambatan waktu penyelesaian. Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap dan Penunjang (Abhinaya) RS Radjiman Wediodiningrat Lawang mengalami keterlambatan selama satu bulan dari jadwal rencana, yang menunjukkan perlunya perencanaan manajemen risiko yang lebih sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko penyebab keterlambatan, menentukan risiko dominan, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif.
Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan identifikasi risiko melalui studi literatur dan validasi professional judgement. Selanjutnya, survei dilakukan kepada 13 responden dari pihak kontraktor menggunakan kuesioner skala Likert untuk menilai probabilitas dan dampak risiko. Analisis data dilakukan menggunakan metode Severity Index (SI) dan pemetaan tingkat risiko melalui risk matrix berdasarkan standar AS/NZS 4360.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 risiko awal, terdapat 24 indikator risiko yang relevan dengan kondisi lapangan. Dari jumlah tersebut, teridentifikasi 13 risiko dominan yang berpengaruh terhadap keterlambatan waktu penyelesaian, dengan mayoritas berada pada kategori risiko sedang (moderate risk). Satu risiko termasuk kategori sangat tinggi (extreme risk), yaitu produk perencanaan yang kurang lengkap, sedangkan enam risiko lainnya berada pada kategori tinggi (high risk), meliputi keterlambatan pengiriman material, ketidaktersediaan material, perubahan desain yang tidak terduga, kesalahan desain, kondisi modal kerja kontraktor yang kurang baik, serta hambatan akibat cuaca ekstrem. Strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup risk avoidance, risk reduction, risk transfer, dan risk retention.
Kata kunci: Manajemen Risiko, Keterlambatan Waktu, Severity Index, Proyek Rumah Sakit, Mitigasi Risiko
Hospital construction projects have a high level of complexity, making them vulnerable to risks of project completion delays. The Construction Project of the Inpatient and Supporting Building (Abhinaya) at RS Radjiman Wediodiningrat Lawang experienced a one-month delay from the planned schedule, indicating the need for a more systematic risk management approach. This study aims to identify delay-related risks, determine the most dominant risks, and formulate effective mitigation strategies.
This research employs a mixed methods approach, with risk identification conducted through literature review and validated by professional judgment. Furthermore, a survey was administered to 13 respondents from the contractor using Likert-scale questionnaires to assess the probability and impact of each risk. Data analysis was performed using the Severity Index (SI) method and risk level mapping through a Risk Matrix based on the AS/NZS 4360 standard.
The results show that out of 44 initial risks, 24 risk indicators are relevant to field conditions. Of these, 13 dominant risks significantly affect project delays, with most classified as moderate risk. One risk is categorized as extreme risk, namely incomplete planning documents, while six risks fall into the high-risk category, including delays in material delivery, material unavailability, unexpected design changes, design errors, poor contractor working capital conditions, and disruptions caused by extreme weather. The recommended mitigation strategies include risk avoidance, risk reduction, risk transfer, and risk retention.
Keywords: Risk Management, Time Delay, Severity Index, Hospital Construction Project, Risk Mitigation