Perkembangan Pasar Dupak Rukun Surabaya 2020-2024
Development of Dupak Rukun Market Surabaya 2020-2024
Penelitian ini mengkaji dinamika Pasar Loak Dupak Rukun dalam rentang waktu 2020 hingga 2024. Fokus utama dalam studi ini adalah menelusuri proses pembangunan pasar tersebut serta aktivitas yang berkembang di dalamnya. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana perdagangan barang bekas mengalami perkembangan di Kota Surabaya selama periode tersebut. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari beberapa tahap sistematis, yaitu: penentuan topik, pengumpulan data (heuristik), analisis atau kritik sumber, penafsiran (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi). Data dan informasi yang digunakan dalam penulisan ini diperoleh dari berbagai sumber seperti arsip, surat kabar, serta jurnal hasil penelitian sebelumnya. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan penjualan barang bekas menjadi pemicu terbentuknya pasar informal atau pasar dadakan. Seiring waktu, aktivitas ini berkembang menjadi bentuk usaha yang berorientasi pada perdagangan barang bekas, yang kemudian menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga kota. Namun, karena lokasi pasar kerap berada di tepi jalan, kehadirannya sering dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas serta mengurangi estetika kota. Menanggapi kondisi tersebut, pada tahun 2024, Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah dengan membangun fasilitas baru berupa stand permanen untuk Pasar Loak Dupak Rukun, yang ditujukan sebagai sentra perdagangan barang bekas di kota tersebut. Dengan relokasi para pedagang ke dalam pasar yang baru, terbentuklah komunitas pedagang yang aktif menjalankan kegiatan ekonomi di dalamnya. Selain itu, pola perdagangan di Pasar Loak Dupak Rukun memperlihatkan karakteristik tersendiri yang berbeda dari sistem jual beli di pasar tradisional pada umumnya.
Kata Kunci : Surabaya, Pasar, Loak
This research explores the development of the Dupak Rukun Flea Market during the years 2020 to 2024. The main issues examined in this study include the process of establishing the flea market and the various activities that emerged within it. The study aims to provide insight into the growth of secondhand goods trading in the city of Surabaya throughout this period. The research employs a historical method, which involves several systematic stages: topic selection, data collection (heuristics), source criticism, interpretation, and historiography. The data used in this study are drawn from various sources, including archives, newspapers, and research journals. The findings reveal that economic activities related to the sale of used goods led to the emergence of informal markets, often referred to as pop-up markets. Over time, these activities evolved into more structured secondhand trading businesses, serving as a source of livelihood for some urban residents. However, the frequent location of these markets along the roadside often caused traffic disruptions and affected the city’s visual appeal. In response, the Surabaya City Government constructed new stalls for the Dupak Rukun Flea Market in 2024, aiming to centralize the secondhand trade sector within a dedicated space. With the relocation of vendors to the new market, a community of traders began to form, engaging actively in market activities. Moreover, the trading patterns observed in the Dupak Rukun Flea Market display unique characteristics that distinguish it from conventional markets
.
Keywords : Surabaya, Market, Flea