Pengembangan Model Digital Project Based Blended Learning (DPBBL) Untuk Meningkatkan Critical Thinking, Problem Solving, Dan Collaborative Mahasiswa
Development of a Digital Project-Based Blended Learning Model to Improve Students' Critical Thinking, Problem Solving, and Collaboration Skills
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model digital project bases blended Learning yang akan dikaji kelayakannya, kepraktisan serta keefektifannya dalam meningkatkan critical thinking, problem solving, dan collaborative mahasiswa.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model Dick and Carey. Model tersebut terdiri dari sepuluh tahapan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data ada tiga yaitu (1) angket untuk memperoleh data tentang kelayakan produk pengembangan, (2) observasi untuk memperoleh data collaborative, serta keterlaksanaan model, (3) penilaian produk untuk memperoleh data critical thinking, dan problem solving. Hal ini disesuaikan dengan variabel yang akan dikaji dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik deskritif prosentase, Independent Sample t-Test, dan N-Gain.
Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa (1) Model digital project based blended learning memenuhi kriteria kelayakan dengan hasil penilaian ahli/ expert judgment sebesar 98,8%, (2) ) Model digital project based blended learning memenuhi kriteria praktis dengan hasil penilaian 2 observator ketika pembelajaran sebesar 96,5%, (3) Model digital project based blended learning dapat meningkatkan critical thinking mahasiswa, hal ini sebagaimana ditunjukkan dengan hasil dari penghitungan diperoleh nilai signifikansi berdasarkan pada kolom asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, (4) Model pembelajaran digital project based blended learning dapat meningkatkan kemampuan problem solving, hal ini sebagaimana ditunjukkan dengan hasil dari penghitungan diperoleh nilai signifikansi berdasarkan pada kolom asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, (5) Model pembelajaran digital project based blended learning dapat meningkatkan kemampuan collaborative, hal ini sebagaimana ditunjukkan dengan hasil dari penghitungan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.
This research aims to produce a digital project-based blended learning model that will be assessed for its feasibility, practicality and effectiveness in improving critical thinking, problem solving, and collaborative students.
This development research uses the Dick and Carey model. The model consists of ten stages. There are three instruments used in collecting data, namely (1) questionnaire to obtain data on the feasibility of product development, (2) observation to obtain collaborative data, as well as model implementation, (3) product assessment to obtain data on critical thinking, and problem solving. This is adjusted to the variables to be studied in this study. The collected data were analyzed using percentage descriptive techniques, Independent Sample t-Test, and N-Gaing.
The results of this development research show that (1) The digital project-based blended learning model meets the eligibility criteria with the results of expert judgment of 98.8%, (2) The digital project-based blended learning model meets the practical criteria with the results of the assessment of 2 observers when learning is 96.5%, (3) The digital project-based blended learning model can improve student critical thinking, this is as shown by the results of the calculation obtained a significance value based on the asymp. Sig (2-tailed) of 0.000 <0.05, (4) The digital project-based blended learning model can improve problem solving skills, this is as shown by the results of the calculation obtained a significance value based on the asymp. Sig (2-tailed) column of 0.000 < 0.05, (5) Digital project-based blended learning model can improve collaborative ability, this is as shown by the results of the calculation obtained a significance value of 0.000 < 0.05.