Gasifikasi merupakan konversi termokimia
dengan panas yang dapat mengubah biomassa kering menjadi bahan bakar syngas . Penelitian
ini membahas proses gasifikasi biomassa sebagai teknologi konversi termokimia
untuk menghasilkan syngas dengan menggunakan gasifier tipe updraft
berbahan bakar tempurung kelapa. Fokus utama adalah menganalisis pengaruh
variasi jumlah lubang udara sekunder (25, 45, dan 65 lubang) terhadap performa
pembakaran dan keluaran listrik dari thermoelectric generator
(TEG).
Metode yang digunakan adalah uji
eksperimen dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, mengacu pada standar SNI
7926:2013. Variabel bebas berupa jumlah lubang udara, sedangkan variabel
terikat meliputi temperatur nyala, durasi dan warna nyala api, efisiensi
thermal kompor, serta besaran tegangan, arus, dan daya listrik yang dihasilkan.
Uji dilakukan dengan beban air sebesar 1,5 kg sebagai simulasi pemanfaatan
panas.
Hasil menunjukkan bahwa
peningkatan jumlah lubang udara memperbaiki performa pembakaran dan kinerja
TEG. Konfigurasi 65 lubang menghasilkan temperatur tertinggi (834°C), durasi
nyala terlama (18 menit), tegangan tertinggi (4,055 V), daya maksimum (25,3 kW),
dan efisiensi thermal tertinggi (17,61%).
Kata Kunci: Kompor Gasifikasi, Biomassa Tempurung Kelapa, Thermoelectric Generator .