Analisis Kesiapan Alat Rubber Tyred Gantry, Sumber Daya Manusia, Dan Truck Round Time (Receiving) Terhadap Produktivitas Bongkar Muat Di PT Terminal Petikemas Surabaya
Analysis Of Rubber Tyred Gantry Equipment Readiness, Human Resources, And Truck Round Time (Receiving) On Loading And Unloading Productivity At PT Terminal Petikemas Surabaya
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) merupakan perusahaan penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya dalam bidang petikemas ekspor dan impor di Indonesia. Selain itu, TPS memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas logistik antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur. Pada tahun 2024, TPS mengalami penurunan capaian produktivitas BCH (Box/Crane/Hour) yang cukup signifikan. Hampir seluruh bulan sepanjang tahun tersebut mencatatkan nilai BCH di bawah standar minimum 26 BCH, dengan titik terendah terjadi pada bulan April 2024 dengan perolehan BCH sebesar 23,27. Kondisi ini mengindikasikan adanya gangguan dalam proses bongkar muat, yang kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor terhadap produktivitas bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dengan menggunakan metode regresi linear berganda. Tiga variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Kesiapan Alat Rubber Tyred Gantry (RTG), Sumber Daya Manusia, dan Truck Round Time (Receiving). Pada model regresi secara kesuluruhan di dapatkan hasil bahwa, ketiga variabel yang digunakan yaitu Kesiapan Alat Rubber Tyred Gantry (RTG), Sumber Daya Manusia, dan Truck Round Time (Receiving) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya. Kemudian, dilakukan analisis lanjutan untuk mendapatkan model yang paling layak dan handal berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) dan rata-rata residual absolut, Model Regresi 2 (Y X₁ dan X₃) terbukti sebagai model terbaik, dengan nilai R² sebesar 0,821 dan residual absolut terendah sebesar 1,1486. Variabel kesiapan alat RTG menjadi faktor dominan dengan signifikansi 0,024 pada model keseluruhan dan 0,000 pada Model Regresi 2, menegaskan pentingnya efektivitas alat dalam mendukung kelancaran bongkar muat.
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) is a service provider in the logistics chain, particularly in the export and import container sector in Indonesia. Furthermore, TPS plays a strategic role as a logistics link between western and eastern Indonesia. In 2024, TPS experienced a significant decline in BCH (Box/Crane/Hour) productivity. Almost all months throughout the year recorded BCH values below the minimum standard of 26 BCH, with the lowest point occurring in April 2024 with a BCH of 23.27. This condition indicates disruptions in the loading and unloading process, which are likely caused by various operational factors. This study aims to analyze the influence of several factors on loading and unloading productivity at PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) using multiple linear regression methods. Three independent variables used in this study include: Rubber Tyred Gantry (RTG) Equipment Readiness, Human Resources, and Truck Round Time (Receiving). In the overall regression model, the results obtained were that the three variables used, namely the Readiness of Rubber Tyred Gantry (RTG) Equipment, Human Resources, and Truck Round Time (Receiving), had a significant effect on loading and unloading productivity at PT Terminal Petikemas Surabaya. Then, further analysis was carried out to obtain the most feasible and reliable model based on the coefficient of determination (R²) and the average absolute residual, Regression Model 2 (Y → X₁ and X₃) was proven to be the best model, with an R² value of 0.821 and the lowest absolute residual of 1.1486. The RTG tool readiness variable became the dominant factor with a significance of 0.024 in the overall model and 0.000 in Regression Model 2, confirming the importance of tool effectiveness in supporting smooth loading and unloading.