ANALISIS CELAH KATUP INTAKE DAN PANJANG INTAKE MANIFOLD TERHADAP PERFORMA MESIN YANMAR L48N6
ANALYSIS OF INTAKE VALVE CLEARANCE AND INTAKE MANIFOLD LENGTH ON YANMAR L48N6 ENGINE PERFORMANCE
Dalam rangka menghemat bahan bakar, maka diwujudkan perlombaan kontes mobil hemat energi atau biasa disebut KMHE. Upaya partisipasi mahasiswa UNESA dalam mengikuti KMHE adalah membuat mobil diesel Gared 3 bermesin Yanmar L48N6. Dalam KMHE terdapat peraturan yang salah satunya harus berhasil menyelesaikan delapan kali putaran dengan waktu tempuh maksimal 25menit. Sehingga pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan kendaraan supaya mobil menyelesaikan seluruh putaran sesuai dengan waktu yang ditentukan. Gared 3 cenderung menggunakan kecepatan 40-58km/jam dengan kecepatan putar mesin pada 2300-3300rpm. Berdasarkan data dari pabrikan, spesifikasi mesin Yanmar L48N6 menghasilkan performa kurang baik di kecepatan putar bawah, 1800-2800rpm. Salah satu faktor berkurangnya performa mesin diesel adalah kurangnya pasokan udara di kecepatan putar bawah pada lubang Intake. Pada bagian lubang intake terdapat intake manifold dan katup intake. Dengan demikian panjang intake manifold dan celah katup intake akan memengaruhi jumlah asupan udara yang masuk ruang pembakaran, hal tersebut juga akan memengaruhi terhadap kinerja mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja mesin pada berbagai kecepatan putar melalui perubahan variasi celah katup intake dan panjang intake manifold.
Untuk melakukan peneliti tersebut dilakukan eksperimen dengan merubah variasi celah katup intake dan panjang intake manifold. Variabel terikat adalah konsumsi bahan bakar spesifik, torsi dan daya, variabel tetapnya adalah bahan bakar Dexlite CN51 dan mesin Yanmar L48N. Masing masing uji di setiap variabel dan putaran mesin dilakukan sebanyak 3 kali. Variasi panjang intake manifold yang digunakan yaitu, panjang standart (belum dilakukan perubahan), 15cm, dan 20cm. Selain itu untuk variasi celah katup intake yang digunakan yaitu 0,1mm, 0,15mm dan 0,2 mm.
Hasil penelitian ini didapatkan BSFC, Torsi, dan daya mesin Yanmar L48N6 dengan hasil torsi terbesar oleh panjang intake manifold 10cm dengan celah katup 0,1 pada putaran 2800 sebesar 15,04Nm. Daya terbesar dihasilkan oleh panjang intake manifold 10 cm dengan celah katup 0,15 pada putaran 3800 sebesar 5,36kWh. BSFC terkecil dihasilkan oleh panjang intake manifold 10 cm dengan celah katup 0,1 yaitu pada putaran 3300 sebesar 261,87 g/kWh.
Dapat disimpulkan bahwa variasi panjang intake manifold dan celah katup berpengaruh terhadap performa mesin Yanmar L48N6. Pada kondisi kecepatan putar yang cenderung digunakan mobil Gared 3, panjang intake manifold 10cm menghasilkan BSFC paling rendah dibandingkan intake manifold standar dan setelan celah katup intake 0,1 menghasilkan BSFC paling rendah.
Kata kunci : Panjang Intake Manifold, Celah Katup Intake, Mesin Diesel L48N6, KMHE.
In order to save fuel, an energy-efficient car contest or commonly called KMHE is created. UNESA students' participation in participating in the KMHE was to build a Gared 3 diesel car with a Yanmar L48N6 engine. In KMHE there are regulations, one of which must be successful in completing eight rounds with a maximum travel time of 25 minutes. So, the driver needs to adjust the speed of the vehicle so that the car completes all rounds according to the specified time. Gared 3 tends to use speeds of 40-58km/jam with engine rotational speeds of 2300-3300rpm. Based on data from the manufacturer, the Yanmar L48N6 engine specifications produce poor performance at lower rotational speeds, 1800-2800rpm. One of the factors reducing the performance of diesel engines is the lack of air supply at lower rotational speeds in the intake. On the intake there is an intake manifold valve intake. Thus, the length of the intake manifold and intake will affect the amount of air intake that enters the combustion chamber, this will also affect engine performance. The purpose of this study is to determine the performance of the engine at various rotational speeds through variations in the intake valve clearance and intake manifold.
To do this, experiments were carried out by changing the variations in the intake and the length of the intake manifold. The dependent variables are specific fuel consumption, torque and power, the fixed variables are Dexlite CN51 fuel and Yanmar L48N engine. Each test on each variable and engine rotation was carried out 3 times. Variations in the length of the intake manifold used are standard lengths (no changes have been made), 15cm and 20cm. In addition, for variations in the intake valve clearance used, namely 0.1mm, 0.15mm and 0.2mm.
The results of this study obtained BSFC, Torque, and Yanmar L48N6 engine power with the largest torque results by the intake manifold length of 10cm with a valve clearance of 0.1 at 2800 rotation of 15.04Nm. The biggest power is generated by the intake manifold length of 10 cm with a valve clearance of 0.15 at 3800rotation of 5.36kWh. The smallest BSFC is produced by an intake manifold length of 10 cm with a valve clearance of 0.1, namely at 3300 rotation of 261.87 g/kWh.
It can be concluded that variations in intake manifold length and valve clearance affect the performance of the Yanmar L48N6 engine. At the rotating speed conditions that tend to be used by Gared 3 cars, the intake manifold length of 10cm produces the lowest BSFC compared to the standard intake manifold and the intake valve clearance setting of 0.1 produces the lowest BSFC.
Keywords: Intake Manifold Length, Intake Valve clearance, L48N6 Diesel Engine, KMHE.