Integrasi Kearifan Lokal dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Energi untuk Melatihkan Literasi Keberlanjutan
Integrating Local Wisdom into the Development of Problem-Based Instructional Materials on Energy to Foster Sustainability Literacy
Tantangan global terkait keberlanjutan menuntut dunia pendidikan untuk melahirkan generasi yang memiliki literasi keberlanjutan yang kuat, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Namun, literasi keberlanjutan peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah, terutama dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan menyelesaikan masalah (UNESCO, 2020). Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengasah aspek kognitif, keterampilan, dan afektif peserta didik secara kontekstual. Model Problem Based Learning (PBL) dinilai efektif dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterlibatan aktif peserta didik. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran juga diyakini mampu mengaitkan materi fisika dengan realitas kehidupan peserta didik, sehingga lebih bermakna dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah yang terintegrasi kearifan lokal pada materi energi untuk melatihkan literasi keberlanjutan peserta didik. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), dengan subjek penelitian peserta didik kelas X SMA Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Pada tahap analisis, dilakukan analisis capaian pembelajaran, materi, kebutuhan belajar peserta didik, serta studi kepustakaan mengenai PBL dan literasi keberlanjutan. Tahap desain melibatkan perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan sintaks PBL yang terintegrasi indikator literasi keberlanjutan, serta perencanaan asesmen yang mencakup dimensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pada tahap pengembangan, disusun perangkat pembelajaran berupa modul ajar, LKPD, soal tes, lembar refleksi diri, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket persepsi peserta didik, yang divalidasi oleh para ahli. Pada tahap ini juga dilakukan uji coba terbatas kepada 10 peserta didik kelas X yang tergabung dalam tim olimpiade sains sekolah. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba luas melibatkan tiga kelas eksperimen dan satu kelas kontrol di kelas X SMA Nurul Jadid. Tahap evaluasi dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan pengembangan untuk memastikan ketercapaian tujuan dan penyempurnaan perangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat valid berdasarkan penilaian para ahli, sangat praktis berdasarkan tanggapan guru dan peserta didik, serta efektif dalam meningkatkan literasi keberlanjutan peserta didik. Peningkatan signifikan terlihat pada kemampuan analisis (C4) dalam dimensi pengetahuan dan keterampilan menyelesaikan masalah. Hasil refleksi menunjukkan bahwa sikap peserta didik terhadap keberlanjutan tergolong sangat baik. Meskipun demikian, masih ditemukan tantangan pada aspek berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan evaluasi (C5) dan kreasi (C6). Dengan demikian, perangkat pembelajaran ini dinyatakan layak dan relevan untuk digunakan dalam mendukung pembelajaran fisika kontekstual berbasis kearifan lokal dalam rangka pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Global sustainability challenges demand education systems to produce a generation with strong sustainability literacy—encompassing knowledge, skills, and attitudes that support environmental preservation and sustainable development. However, Indonesian students' sustainability literacy remains relatively low, particularly in higher-order thinking and problem-solving skills (UNESCO, 2020). To address this, a contextual learning approach that develops cognitive, skill-based, and affective aspects is essential. Problem Based Learning (PBL) is considered effective in fostering critical thinking, problem-solving, and active engagement. Integrating local wisdom into learning is also believed to connect physics concepts with students’ real-life experiences, making learning more meaningful and relevant. This study aims to develop a problem-based learning device integrated with local wisdom on the topic of energy to foster students’ sustainability literacy. The development model used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), with the research subjects being tenth-grade students at SMA Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. In the analysis stage, the learning outcomes, material content, student learning needs, and literature on PBL and sustainability literacy were analyzed. The design stage involved formulating learning objectives, designing PBL syntax integrated with sustainability literacy indicators, and planning assessments covering knowledge, skills, and attitudes. In the development stage, teaching modules, student worksheets, test instruments, self-reflection sheets, implementation observation forms, and student perception questionnaires were constructed and validated by experts. A limited trial was conducted on 10 science Olympiad students in grade X. The implementation stage involved a wider trial across three experimental classes and one control class. The evaluation stage was conducted at each development phase to refine the materials and assess outcomes. The results showed that the developed learning devices were highly valid according to expert judgment, very practical based on teacher and student responses, and effective in enhancing students' sustainability literacy. Significant improvements were observed in analytical skills (C4) within the knowledge dimension and in problem-solving skills. Student reflections also indicated very positive attitudes toward sustainability. Nevertheless, challenges remained in higher-order thinking, particularly in evaluation (C5) and creation (C6). Therefore, this learning device is considered feasible and relevant to support contextual physics learning based on local wisdom in the framework of education for sustainable development.