DAYA TERIMA PUDING DENGAN SUBSTITUSI SUSU KEDELAI DAN PENAMBAHAN WORTEL (Daucus carota) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik >140 mmHg atau diastolik >90 mmHg. Penggunaan susu kedelai dan wortel dalam pembuatan puding diharapkan mampu memenuhi kebutuhan makanan selingan pencegahan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi susu kedelai, penambahan wortel dan interaksi kedua faktor (substitusi susu kedelai dan penambahan wortel) terhadap daya terima puding serta kandungan lemak, kalium, natrium, dan isoflavon pada formula terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan 6 perlakuan yaitu substitusi susu kedelai (70% dan 80%) serta penambahan wortel (60%, 70% dan 80%), yang diujikan pada 50 panelis tidak terlatih. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Two Way Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan substitusi susu kedelai berpengaruh terhadap warna, rasa dan aroma puding, penambahan wortel berpengaruh terhadap warna dan rasa puding serta tidak ada pengaruh interaksi antara kedua faktor terhadap warna, aroma, rasa maupun tesktur puding. Produk puding yang paling diterima panelis adalah puding yang memiliki warna oranye, tercium aroma wortel, memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Kriteria produk puding terbaik ditemukan pada formula substitusi susu kedelai 80% dan penambahan wortel 80% yang mengandung 1,36% lemak, 28,11 mg kalium, 34 mg natrium dan 21,8 mg isoflavon per 100 gram bahan.
Kata kunci : Puding, Susu Kedelai, Wortel, Hipertensi