Anggraeni, K.H. 2025. Integrasi
Etnopedagogi Kesenian Besutan Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk
Meningkatkan Hardskill Peserta Didik Sd Berdasarkan
Delapan Profil Lulusan. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana,
Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing: (I) Dr. Hendratno, M.Hum. dan (II)
Prof. Dr. Wahyu Sukatiningsih, M.Pd.
Kata kunci : etnopedagogi, kesenian Besutan, pembelajaran Bahasa Indonesia, hardskill , sekolah dasar
Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji integrasi etnopedagogi kesenian Besutan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri Madiopuro serta dampaknya terhadap
pengembangan hardskill peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa integrasi etnopedagogi kesenian Besutan telah
berhasil diterapkan secara sistematis melalui strategi pembelajaran yang
mengaitkan aspek cerita, tokoh, gerakan, dan nilai-nilai filosofis Besutan ke
dalam keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Guru
dan kepala sekolah memiliki pemahaman yang baik mengenai etnopedagogi, dengan
dukungan kolaborasi bersama seniman lokal untuk menjaga otentisitas
pembelajaran. Bentuk kesenian Besutan mencerminkan kekayaan budaya lokal yang
meliputi sejarah perjuangan, tokoh simbolis (Cak Besut, Dek Rusmini, Man
Gondho), gerakan khas penuh filosofi, serta properti tradisional bermakna.
Nilai-nilai budaya yang terkandung mencakup semangat perjuangan, gotong royong,
cinta tanah air, kritik sosial, dan simbolisme kehidupan. Nilai-nilai ini
terbukti memberikan konteks autentik dalam pembelajaran sastra. Dampak
integrasi kesenian Besutan berbasis etnopedagogi terhadap hardskill siswa
terlihat dari peningkatan keterampilan berbicara (61,5%), keterampilan seni
pertunjukan (75,1%), kreativitas (69,2%), serta sikap positif terhadap budaya
lokal (87,6%). Penelitian ini menegaskan bahwa kesenian tradisional dapat
menjadi media efektif dalam memperkuat keterampilan praktis sekaligus
menumbuhkan kesadaran pelestarian budaya pada siswa sekolah dasar.