Persepsi Mahasiswa Difabel UNESA tentang Perundungan bagi Disabilitas di Lingkungan Perguruan Tinggi
PERCEPTION OF DISABLED STUDENTS AT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ON BULLYING FOR DISABILITIES IN HIGHER EDUCATION
Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran dan kebijakan inklusif di perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih ramah bagi mahasiswa difabel. Dengan meningkatkan sosialisasi regulasi, memperkuat sistem pelaporan, serta membangun kesadaran kolektif tentang inklusivitas, diharapkan kasus perundungan terhadap mahasiswa difabel dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa difabel di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terhadap perundungan yang mereka alami di lingkungan perguruan tinggi. Perundungan bagi disabilitas merupakan bentuk diskriminasi yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis, akademik, dan kehidupan sosial mahasiswa difabel. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman serta pemahaman mahasiswa difabel mengenai bentuk-bentuk perundungan yang dialami, baik secara verbal, sosial, maupun fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mahasiswa difabel di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) belum mengetahui tentang Permendikbud No. 55 Tahun 2024, hal ini disebabkan oleh masih barunya peraturan tersebut diterbitkan sehingga belum tersosialisasikan secara luas. Meskipun demikian, para mahasiswa difabel memiliki persepsi yang kuat bahwa perundungan terhadap individu disabilitas merupakan tindakan yang dapat menyakiti mental, emosional, bahkan fisik seseorang. Mereka memandang bahwa perundungan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun, terlebih jika ditujukan kepada kelompok yang rentan seperti penyandang disabilitas. Pandangan ini menunjukkan adanya kesadaran kritis terhadap pentingnya perlindungan dan penghargaan atas martabat individu difabel di lingkungan pendidikan tinggi.
This study highlights the importance of increasing awareness and implementing inclusive policies in higher education to create a more disability-friendly academic environment. By improving regulation dissemination, strengthening reporting systems, and fostering collective awareness of inclusivity, incidents of bullying against disabled students can be minimized. This study aims to analyze the perceptions of disabled students at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) regarding bullying experiences in higher education. Disability-related bullying is a form of discrimination that negatively impacts the psychological, academic, and social well-being of disabled students. Using a qualitative research method with a phenomenological approach, this study explores the experiences and understanding of disabled students regarding various forms of bullying, including verbal, social, physical, and cyberbullying. The findings indicate that most disabled students have experienced bullying, primarily in the form of social and verbal bullying, such as exclusion and discriminatory remarks. Additionally, the lack of socialization regarding protection regulations for disabled students, including Ministerial Regulation No. 55 of 2024, has resulted in limited awareness of their rights and reporting mechanisms. The campus environment, including the attitudes of peers and lecturers, also influences students’ perceptions of bullying. Some students perceive bullying as a normal occurrence, while others feel inadequately protected.
Keywords: Disabled Students’ Perceptions, Disability Bullying, Inclusive Campus Environment, Discrimination, Protection Policies.