PERUSAHAAN DENGAN LAPORAN TERINTEGRASI DAN TERPISAH: IMPLIKASINYA PADA BIAYA MODAL EKUITAS
INTEGRATED AND SEPARATE REPORTS: IMPLICATIONS FOR THE COST OF EQUITY CAPITAL
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh evolusi pelaporan perusahaan terbaru, yaitu integrated report (IR) yang menggabungkan informasi keuangan dan non keuangan dalam satu laporan tunggal dengan tujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi pengambilan keputusan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, IR juga dinilai mampu mengurangi biaya modal ekuitas dan mengurangi informasi asimetris. Namun, penerapannya di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan biaya modal ekuitas antara perusahaan yang menerbitkan IR dan non-IR. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan uji beda Mann-Whitney U. Sampel penelitian ini mencakup seluruh perusahaan yang terdaftar dalam indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023 dengan total observasi 496. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan biaya modal ekuitas antara perusahaan yang menerbitkan IR dan non-IR. Secara khusus, perusahaan yang menerbitkan IR memiliki rata-rata biaya modal ekuitas lebih rendah dibandingkan perusahaan non-IR. Perusahaan yang menerbitkan IR cenderung memberikan informasi yang lebih lengkap dan transparan, sehingga meningkatkan kepercayaan dan mengurangi risiko investor. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan untuk dapat merancang, menyusun, dan menyajikan pelaporan secara terintegrasi. Selain itu, bagi otoritas bursa temuan ini dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pelaporan, terutama bagi perusahaan publik yang wajib menyampaikan informasi kepada investor.
Kata kunci: Integrated report, Corporate reporting, Biaya modal ekuitas, Informasi asimetris, Sustainability, SDGs
This study is motivated by the latest evolution of corporate reporting, namely, the integrated report (IR), which combines financial and non-financial information into a single report to increase transparency and decision-making efficiency. Based on previous studies, IR is also considered capable of reducing equity capital costs and asymmetric information. However, its application in Indonesia is still limited. This study examines whether there are differences in the cost of equity capital between IR and non-IR companies. This study used the Mann-Whitney t-test as a comparison between the two companies. The sample of this study includes all companies listed in the Environmental, Social, and Governance (ESG) indices of the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023, with a total of 496 observations. The result indicated differences in the cost of equity capital between IR and non-IR companies. In particular, IR companies have a lower average cost of equity capital than non-IR. IR companies tend to provide more complete and transparent information, thereby increasing investor confidence and reducing risk. These findings provide implications for company management to be able to design, compile, and present integrated reporting. In addition, for the stock exchange authority, these findings can be the basis for formulating reporting policies, especially for public companies that are required to submit information to investors.
Keywords: Integrated report, Corporate reporting, Cost of equity, Information asymmetry, Sustainability, SDGs