Pemodelan Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah SPLDV Ditinjau Dari Gaya Belajar
Mathematical Modeling of Junior High School Students in Solving SPLDV Problems Reviewed from Learning Styles
Model matematika merupakan produk dari tahap pemodelan matematis. Salah satu penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV yaitu mengubah ke bentuk model matematika serta beragamnya gaya belajar yang dimiliki siswa. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemodelan matematis dari 3 siswa SMPN 17 Surabaya dalam menyelesaikan masalah SPLDV ditinjau dari gaya belajar. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, angket gaya belajar, tugas pemodelan matematis, dan pedoman wawancara. Data pemodelan matematis didapat melalui tugas pemodelan matematis yang dianalisis berdasarkan indikator pemodelan matematis dan hasil wawancara yang dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemodelan matematis siswa visual dalam memahami masalah didominasi dengan menggunakan ilustrasi gambar. Siswa visual belum mencoba menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan strategi penyelesaian yang berbeda pada tahap mengecek kembali. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemodelan matematis siswa auditori dalam tahap membuat model matematis mengalami kebingungan, proses model matematis yang dibuat tidak sistematis sehingga menimbulkan kebingungan. Sedangkan pemodelan matematis siswa kinestetik tidak melakukan tahap mengecek kembali karena sudah merasa yakin dengan jawabannya. Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan temuan samping yaitu ketiga subjek sama-sama belum menunjukkan indikator menyebutkan solusi paling tepat dengan alasan yang relevan, karena hanya menyelesaikan permasalahan dengan satu strategi saja. Meskipun siswa auditori sudah menunjukkan terdapat strategi lain yang dapat digunakan, tetapi tidak digunakan untuk menyelesaikan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka sebaiknya seorang guru mengembangkan strategi pembelajaran dengan memperhatikan gaya belajar seorang siswa agar siswa dapat melakukan pemodelan matematis sesuai gaya belajarnya.
Mathematical models are the product of the mathematical modeling stage. One of the causes of students' errors in solving SPLDV questions is changing them to mathematical models and the variety of learning styles that students have. This qualitative descriptive research aims to describe the mathematical modeling of 3 students at SMPN 17 Surabaya in solving SPLDV problems in terms of learning style. The instruments used were researchers, learning style questionnaires, mathematical modeling tasks, and interview guidelines. Mathematical modeling data is obtained through mathematical modeling tasks which are analyzed based on mathematical modeling indicators and interview results which are analyzed by reducing the data, presenting the data and drawing the resulting conclusions. The results of this research indicate that visual students' mathematical modeling in understanding problems is dominated by using pictorial illustrations. Visual students have not tried to solve problems using different solving strategies at the re-checking stage. The results of this research also show that auditory students' mathematical modeling at the stage of creating mathematical models experiences confusion, the process of creating mathematical models is not systematic, thus causing confusion. Meanwhile, in mathematical modeling, kinesthetic students do not carry out the double-checking stage because they already feel confident with the answer. In this study, the researcher obtained a side finding, namely that the three subjects did not show any indicators of stating the most appropriate solution for relevant reasons, because they only solved the problem with one strategy. Even though auditory students have shown that there are other strategies that can be used, they are not used to solve the problem. Based on the research results obtained, a teacher should develop learning strategies by paying attention to a student's learning style so that students can carry out mathematical modeling according to their learning style.