IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARTOKOH DALAM FILM-FILM KARYA ERNEST PRAKASA
THE IMPLICATURE OF INTERPERSONAL CONVERSATIONS IN ERNEST PRAKASA’S FILMS.
ABSTRAK
IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARTOKOH PADA FILM-FILM KARYA ERNEST PRAKASA
Nama : Anisa Dwi Rachmatika
NIM : 15020074065
Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Dr. Dianita Indrawati, S.S., M.Hum
Tahun : 2020
Kata kunci : Pragmatik, Implikatur, Percakapan, Tindak tutur
Penelitian ini berjudul “Implikatur Percakapan Antartoko pada Film-film Karya Ernest Prakasa”. Peran ilmu pragmatik yaitu implikatur percakapan dipakai untuk membuka makna tersirat. Berntuk percakapan antartokoh yang mengandung makna tersirat berarti makna percakapan itu berada diluar struktur bahasanya. Berdasarkan pemaparan tersebut, tidak salah jika analisis implikatur dapat digunakan untuk mengetahui makna-makna tersirat yang terkandung dalam suatu film. Ada dua Comedyan yang menulis sendiri film dan sekaligus menjadi tokoh utama pada karyanya yaitu Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Pada film-film karya Raditya Dika, banyak yang telah meneliti terkait Implikatur, sehingga peneliti mengambil objek film-film karya Ernest Prakasa. Film Ngenest(2015), Cek toko sebelah(2016), Susah Sinyal (2017) merupakan film karya Ernest Prakasa 2015 dengan genre komedi yang ringan ditonton semua umur dan khalayak umum. Penonton dapat terhibur dan tertawa bukan karena adegan fulgar atau yang lainnya,k melainkan murni karena penggunaan bahasa dalam percakapan antartokohnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan jenis-jenis implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 2) Mendeskripsikan fungsi implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 3) Mendeskripsikan ciri khas implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa.
Metode yang digunakan Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik tulis dan SLBC (simak bebas libat cakap). Teknik dapat diartikan sebagai suatu cara yang kita gunakan untuk memperoleh data. Penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik daya pilah sebagai pembeda referen dan daya pilah sebagai pembeda organ wicara. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian bahasa (langue) yang bersangkutan atau diteliti (Sudaryanto, 1993:13). Jadi, alat penentu pada penelitian ini dilihat dari bahasa yang akan diteliti memiliki hubungan dengan hal-hal diluar bahasa yang bersangkutan. Metode padan referensial digunakan dalam penelitian ini karena alat penentunya adalah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa. Metode padan referensial ini digunakan untuk menganalisis fungsi dan jenis-jenisimplikatur serta mengaplikasikan pada percakapan antartokoh dalam film-film karya Ernest Prakasa.
Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, terdapat tiga jenis implikatur percakapan, masing-masing adalah implikatur percakapan khusus (IPK), implikatur percakapan umum (IPU), dan implikatur percakapan berskala (IPS). Kedua, fungsi implikatur percakapan seperti diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum fungsi implikatur percakapan pada Film-film karya Ernest Prakasa menunjukkan realita kehidupan pada umumnya, yang tidak lepas dari konflik baik konflik internal maupun konflik eksternal. Ketiga, dalam implikatur percakapannya ciri khas pada film-film karya Ernest Prakasa terdapat pada percakapan tokoh yang memang di kenal sebagai pelawak, karena dalam ketiga filmnya masing-masing terdapat sebagian tokoh yang memang berprofesi sebagai pelawak.
ABSTRACT
Name : Anisa Dwi Rachmatika
Study Program : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Class : Bahasa dan Sastra Indonesia
Faculty : Bahasa dan Seni
Institute Name : Universitas Negeri Surabaya
Mentor : Dr. Dianita Indrawati, S.S., M.Hum
Years : 2020
Keywords : Pragmatics, Implicature, Conversation, Speech Acts
This research tittle is “The Implicature Of Interpersonal Conversations In Ernest Prakasa’s Films”. The role of pragmatic science is that conversation implications are used to unlock implied meanings. The conversation that contains implied meanings means the meaning of the conversation is beyond the structure of the language. Based on such exposure, it is not wrong if the implicature analysis can be used to determine the implied meanings contained in a film. There are two Comedian who wrote his own film and also became the main character in his work Raditya Dika and Ernest Prakasa. In the films by Raditya Dika, many have researched the implications of Implicature, so that researchers took the object of films by Ernest Prakasa. Ngenest Film (2015), Cek toko sebelah Film (2016), Susah Sinyal Film (2017) is a film by Ernest Prakasa 2015 with a lightweight comedy genre watched by all ages and a public audience. The viewer can be entertained and laugh not because of the scene fulgar or others, But rather purely because of the use of language in the conversation’s interpersonal. Therefore, this research aims to 1) describe the types of the scenario of the conversation of interpersonal in the films by Ermest Prakasa, 2) describing the function of the implicature of the conversation interpersonal in the films by Ermest Prakasa, 3) describe the characteristic of the occature of conversation in the films by Ernest Prakasa.
Methods used in data collection, this research uses the method of reading with writing techniques and SLBC (simak bebas libat cakap). Techniques can be interpreted as a way we use to obtain data. This Research uses method of match with the technique of power as a differentiator referral and the power of the difference as differentiator speech organ. The method of alignment is the method of data analysis that the tool is located outside, regardless, and not be part of the language (language) concerned or researched (Sudaryanto, 1993:13). So, the deciding tool on this research is seen from the language that will be examined in relation to things outside of the language concerned. The referential method is used in this study because its instrument is a reality designated by the language. The referential method is used to analyse functions and types and apply to the conversation interpersonal in the films by Ernest Prakasa.
The result of this study is that first, there are three types of conversation implications, each of which is Custom Conversation Implicature (IPK), Generalized conversation implicature (IPU), and conversation-scale implications (IPS). Secondly, the dialogue's implication function, as above, can be concluded that in general, the conversation's implication function in the films by Ernest Prakasa shows the reality of life in general, which is not separated from conflicts between internal conflicts and external conflicts. Third, in the implications of the conversation characteristic of the films by Ernest Prakasa found in the conversations of people who are known as comedian, because in all three films, there are some characters who are indeed a comedian.