Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pedagogical
Content Knowledge (PCK) dan Emotional Intelligence (EI) dalam
mendukung kemampuan calon guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam merancang dan
melaksanakan pembelajaran yang bermakna. Fokus penelitian ini adalah untuk
mengeksplorasi profil PCK mahasiswa PGSD dalam pembelajaran matematika materi
luas bangun datar yang terintegrasi dengan seni, ditinjau dari tingkat
Emotional Intelligence yang berbeda. Penelitian ini merupakan studi kualitatif
dengan pendekatan studi kasus eksploratif.
Penelitian dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)
dengan subjek tiga mahasiswa semester VIII yang telah lulus mata kuliah terkait
matematika dan seni. Subjek dipilih berdasarkan skor EI yang dikategorikan ke
dalam tiga kelompok: tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data
meliputi penyelesaian tugas, wawancara mendalam, penyusunan perangkat
pembelajaran, dan observasi pelaksanaan pembelajaran di dua SD mitra. Instrumen
penelitian dikembangkan berdasarkan indikator PCK yang mencakup pengetahuan
konten, pedagogik, dan pengetahuan tentang peserta didik. Teknik analisis data
dilakukan melalui klasifikasi, reduksi, interpretasi, serta triangulasi metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan EI tinggi memiliki
pemahaman PCK yang lebih utuh dan mampu mengintegrasikan dua unsur seni (musik
dan visual art) dalam pembelajaran secara kreatif. Sebaliknya, mahasiswa dengan
EI sedang dan rendah menunjukkan keterbatasan pada perencanaan maupun implementasi.
Simpulan penelitian menegaskan pentingnya pembinaan EI dalam pendidikan calon
guru. Disarankan agar program PGSD memperkuat integrasi seni dalam pembelajaran
matematika melalui pelatihan dan pengembangan kurikulum berbasis pengalaman
autentik.
Tingkat Emotional Intelligence (EI) merupakan salah satu faktor
yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pedagogik mahasiswa calon
guru, khususnya dalam konteks pembelajaran matematika yang bersifat abstrak,
seperti materi luas bangun datar. Dalam proses pembelajaran yang
mengintegrasikan konsep matematika dengan unsur seni, EI terbukti berperan
penting dalam meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap karakteristik dan
kebutuhan peserta didik, termasuk kemampuan untuk menciptakan suasana belajar
yang inklusif dan menyenangkan. Melalui pendekatan yang menggabungkan
eksplorasi visual, ekspresi kreatif, dan aktivitas artistik, mahasiswa tidak
hanya dituntut untuk menguasai Pedagogical Content Knowledge (PCK) dalam
matematika, tetapi juga untuk mengelola emosi, menunjukkan empati, dan
berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
Integrasi
EI dan PCK dalam pembelajaran luas bangun datar yang berbasis seni menghasilkan
pengalaman belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan humanistik. Mahasiswa
calon guru yang memiliki tingkat EI yang tinggi cenderung lebih reflektif,
fleksibel, dan inovatif dalam merancang pembelajaran, serta mampu menjembatani
kesulitan siswa dalam memahami konsep luas melalui pendekatan visual dan gerak
artistik. Oleh karena itu, penguatan EI harus menjadi bagian integral dalam
program pendidikan guru, guna membentuk pendidik abad ke-21 yang tidak hanya
menguasai konten, tetapi juga mampu menginspirasi dan mentransformasi proses
pembelajaran menjadi pengalaman yang utuh dan menyentuh aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik peserta didik