Digital Library
Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya
Home
Login
Hub. Kami
Statistik
Tipe Dokumen
- Pilih -
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
- Pilih -
Fak. Ilmu Pendidikan
Fak. Bahasa & Seni
Fak. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fak. Ilmu Sosial & Hukum
Fak. Teknik
Fak. Ekonomi
Pasca Sarjana
Fak. Vokasi
Fak. Ekonomi
Fak. Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Judul
Penulis
Search
Advanced Search
Jenis Dokumen
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
Ilmu Pendidikan
Bahasa & Seni
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Sosial & Politik
Hukum
Psikologi
Teknik
Ekonomika dan Bisnis
Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Vokasi
Pascasarjana
Dinamika Pemaknaan Pada Penyitas Dewasa Ekploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (OCSEA)
Kode Dokumen
:
0243/FPsi-PSI/2026
Penulis Utama
:
CHARLES PRAWIRA CHAYADI
NIM Penulis Utama
:
22010664059
Tahun
:
2026
Judul ID
:
Dinamika Pemaknaan Pada Penyitas Dewasa Ekploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (OCSEA)
Judul EN
:
Dynamics of Meaning-Making among Adult Survivors of Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA)
Sumber
:
UNESA - Fakultas Psikologi - Jurusan S1 Psikologi - 22010664059 - 2026
Jenis Dokumen
:
Karya Akhir S1
Abstrak ID
:
Eksploitasi dan Kekerasan Seksual terhadap Anak secara Daring (OCSEA) merupakan bentuk kekerasan seksual yang difasilitasi oleh teknologi, yang dapat menimbulkan konsekuensi psikologis jangka panjang hingga masa dewasa. Meskipun penelitian sebelumnya telah mendokumentasikan dampak negatifnya, penelitian yang mengkaji bagaimana para penyintas dewasa membangun makna dari pengalaman tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan makna, memahami dinamika penciptaan makna, dan mengidentifikasi makna-makna yang direkonstruksi oleh para penyintas OCSEA yang kini telah dewasa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan Analisis Fenomenologis Interpretatif (IPA). Penyaringan peserta dilakukan menggunakan Global Psychotrauma Screen (GPS) untuk mengidentifikasi para penyintas dewasa yang pernah mengalami OCSEA selama masa kanak-kanak atau remaja dan menunjukkan fungsi psikologis yang memadai untuk merefleksikan pengalaman mereka. Tiga perempuan penyintas dewasa berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan IPA dan ditafsirkan melalui Model Pembentukan Makna Park. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan makna merupakan proses yang kompleks, dinamis, dan non-linear yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kebutuhan emosional, refleksi diri, dan aspirasi masa depan, sedangkan faktor eksternal mencakup hubungan interpersonal yang sehat, pendidikan psikologis, dan paparan terhadap informasi mengenai kekerasan seksual. Para peserta mengalami gangguan dalam pemahaman makna global mereka terkait diri sendiri, hubungan antarpersonal, dan dunia digital, yang memicu proses penciptaan makna secara kognitif dan emosional. Proses-proses ini menghasilkan makna adaptif, termasuk rekonstruksi identitas, kemandirian yang lebih besar, peningkatan kewaspadaan dalam hubungan personal di dunia digital, serta pengembangan tujuan hidup baru, seperti mendidik orang lain, mendukung anggota keluarga, dan membantu individu dengan pengalaman serupa. Temuan ini menyoroti beragam jalur yang dilalui para penyintas dewasa dalam mengintegrasikan pengalaman traumatis ke dalam narasi hidup yang bermakna.
Abstrak EN
:
Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) is a form of technology-facilitated sexual violence that may have enduring psychological consequences extending into adulthood. Although previous studies have documented its adverse impacts, limited research has examined how adult survivors construct meaning from these experiences. This study aimed to explore the factors influencing the meaning-making process, understand the dynamics of meaning making, and identify the meanings reconstructed by adult survivors of OCSEA. This study employed a qualitative research design using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Participant screening was conducted using the Global Psychotrauma Screen (GPS) to identify adult survivors who had experienced OCSEA during childhood or adolescence and demonstrated sufficient psychological functioning to reflect on their experiences. Three adult female survivors participated in semi-structured interviews. Data were analyzed using IPA and interpreted through Park’s Meaning Making Model. The findings indicate that meaning making is a complex, dynamic, and non-linear process influenced by both internal and external factors. Internal factors included emotional needs, self-reflection, and future aspirations, whereas external factors comprised healthy interpersonal relationships, psychoeducation, and exposure to information regarding sexual violence. Participants experienced disruptions in their global meaning concerning themselves, interpersonal relationships, and the digital world, which motivated cognitive and emotional meaning-making processes. These processes resulted in adaptive meaning made, including identity reconstruction, greater independence, increased interpersonal and digital vigilance, and the development of new life purposes, such as educating others, supporting family members, and helping individuals with similar experiences. These findings highlight the diverse pathways through which adult survivors integrate traumatic experiences into meaningful life narratives.
Link Artikel
File Abstrak
File Lampiran