Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mendorong terjadinya perubahan alat pembayaran dari yang awalnya transaksi secara tunai beralih menjadi nontunai. Perubahan ini memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat berpotensi menyebabkan perubahan perilaku keuangan yang akan berdampak negatif. Terutama mahasiswa yang merupakan kelompok yang sedang berada dalam fase transisi menuju kemandirian finansial sehingga perlu memiliki pengetahuan yang baik dalam mengatur keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan financial distress terhadap perilaku keuangan mahasiswa, serta untuk menguji apakah cashless society berperan sebagai variabel moderasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Universitas Negeri Surabaya yang tercatat aktif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling yang dihitung melalui rumus Slovin. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 397 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS untuk menguji pengaruh antar variabel dalam model penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, gaya hidup, dan financial distress memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Namun, variabel cashless society tidak terbukti memoderasi hubungan antara literasi keuangan, gaya hidup, dan financial distress terhadap perilaku keuangan. Ketiga hipotesis moderasi yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan ditolak. Artinya, keberadaan sistem pembayaran nontunai tidak memperkuat maupun memperlemah pengaruh antara literasi keuangan, gaya hidup, dan financial distress terhadap perilaku keuangan.
Kata kunci: perilaku keuangan, cashless society, mahasiswa, PLS-SEM
The rapid development of technology has driven changes in payment methods from cash transactions to non-cash transactions. This change provides many benefits, but it can also potentially cause changes in financial behavior that will have a negative impact. Especially students who are a group that is in a transition phase towards financial independence so they need to have good knowledge in managing finances. This study aims to determine the effect of financial literacy, lifestyle, and financial distress on students' financial behavior, and to test whether a cashless society acts as a moderating variable.
This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The population in this study were all active undergraduate students at Surabaya State University. Sampling was carried out using a purposive random sampling technique calculated using the Slovin formula. Data collection in this study was carried out by distributing questionnaires to 397 students. The data analysis technique used is Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS software to test the influence between variables in the research model.
The results of the study indicate that financial literacy, lifestyle, and financial distress have a significant influence on students' financial behavior. However, the cashless society variable is not proven to moderate the relationship between financial literacy, lifestyle, and financial distress on financial behavior. The three moderation hypotheses proposed in this study are rejected. This means that the existence of a non-cash payment system does not strengthen or weaken the influence between financial literacy, lifestyle, and financial distress on financial behavior.
Keywords: financial behavior, cashless society, students, PLS-SEM