JAJANAN TRADHISIONAL KHAS KEDIRI (TINTINGAN FOLKLOR DUDU LISAN)
TRADITIONAL SNACKS OF KEDIRI (A NON-VERBAL FOLKLORE PERSPECTIVE)
ABSTRAK
JAJANAN TRADISIONAL KHAS KEDIRI
(KAJIAN FOLKLOR NON LISAN)
Nama : Kinanthi Adinda Larasati
NIM : 21020114034
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Yohan Susilo, S.Pd., M.Pd.
Tahun : 2025
Jajanan tradisional merupakan salah satu warisan budaya lokal yang mengandung nilai-nilai filosofis, sosial, dan ekonomi masyarakat. Di Kediri, jajanan tradisional tidak hanya dipandang sebagai makanan ringan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang sarat makna dan nilai kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk, makna, bahan, tatacara dan fungsi dari jajanan tradisional khas Kediri, dalam konteks budaya lokal, serta memahami upaya pelestariannya di era modern. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan menggunakan pemahan foklor bukan lisan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu para pelaku usaha jajanan tradisional, tokoh masyarakat, budayawan, dan karyawan pabrik yang memahami jajanan tradhisional khas Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jajanan tradisional khas Kediri, seperti tahu takwa, gethuk pisang, opak gambir, keripik lamuk, jenang dodol, dan sambel pecel, termasuk jajanan yang memiliki cita rasa khas dan nilai simbolik yang tinggi. Setiap jajanan menggambarkan nilai-nilai budaya seperti kesederhanaan, gotong royong, ketekunan, dan rasa syukur terhadap alam. Selain itu, jajanan tersebut juga turut mendukung roda perekonomian masyarakat dan menjadi bagian penting dalam acara adat dan ritual masyarakat. Pelestarian jajanan tradisional di Kediri menghadapi tantangan yang cukup serius, seperti persaingan dengan produk makanan modern, perubahan gaya hidup masyarakat, dan minimnya regenerasi pengrajin jajanan. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui pendidikan budaya lokal di sekolah, promosi wisata kuliner, serta dukungan dari pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat menguatkan dan melestarikan warisan budaya berupa jajanan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Kediri yang luhur, serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata kunci: Jajanan, Tradisional, Budaya, Folklor, Kediri, Pelestarian.
ABSTRACT
TRADITIONAL SNACKS OF KEDIRI
(A NON-VERBAL FOLKLORE PERSPECTIVE)
Name : Kinanthi Adinda Larasati
Department : Language and Literature Education
Faculty : Language and Art
Institution Name : Surabaya State University
Supervisor : Yohan Susilo, S.Pd., M.Pd.
Year : 2025
Traditional snacks are one of the local cultural heritages that carry philosophical, social, and economic values of society. In the Kediri, traditional snacks are not merely regarded as light food, but also as a part of cultural identity that is rich in meaning and life values. This study aims to explore the forms, meanings, ingredients, preparation methods, and functions of traditional snacks typical of Kediri within the context of local culture, as well as to understand the efforts to preserve them in the modern era. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach and utilizes non-verbal folklore understanding. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, including traditional snack producers, community leaders, cultural practitioners, and factory workers who possess knowledge of Kediri's traditional culinary heritage. The findings show that traditional snacks such as tahu takwa, gethuk pisang, opak gambir, emplek lamuk, jenang dodol, and sambel pecel have distinctive flavors and carry strong symbolic values. Each snack reflects cultural values such as simplicity, mutual cooperation, perseverance, and gratitude toward nature. In addition to their cultural significance, these snacks also contribute to the local economy and play an important role in traditional ceremonies and community rituals. The preservation of traditional snacks in Kediri faces significant challenges, including competition with modern food products, shifting lifestyles, and the lack of generational succession among traditional snack artisans. Preservation efforts can be carried out through the inclusion of local culture in education, culinary tourism promotion, and government support for small and medium enterprises (SMEs). This study is expected to strengthen and preserve the cultural heritage of traditional snacks as part of Kediri’s noble cultural identity and ensure its transmission to future generations.
Keywords: Traditional, Snacks, Culture, Folklore, Kediri, Preservation.