Penelitian ini bertujuan
menguji implementasi model Project Based Learning berbantu kanvas ATAP
(Awal, Tantangan, Aksi, Pembelajaran) dalam meningkatkan kreativitas dan
berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment
dengan desain nonequivalent control group design . Subjek penelitian
terdiri atas 70 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sidoarjo, yang dibagi menjadi kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kreativitas,
dan tes berpikir kritis. Analisis data menggunakan N-Gain, Independent Sample
Test , Paired Sample Test , dan Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan
model Project Based Learning berbantu kanvas ATAP (Awal, Tantangan,
Aksi, Pembelajaran) efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa.
N-Gain pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan berpikir kritis siswa skor
dari 64,23 menjadi 86,89 (N-Gain = 0,64, kategori sedang), sedangkan kelas
kontrol hanya meningkat dari 63,06 menjadi 83,17 (N-Gain = 0,53, kategori
sedang). Independent Sample Test berpikir kritis menunjukkan perbedaan
signifikan (Sig. = 0,003 < 0,05). Paired Sample Test menunjukkan
perbedaan signifikan antara pretest dan posttest berpikir kritis
pada kelas eksperimen (Sig.= 0,000 < 0,05) dengan selisih rata-rata 22,66,
lebih tinggi dibanding kelas kontrol (20,12). Uji Mann Whitney kreativitas
menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
(Sig. = 0,000 < 0,05).
Penelitian ini terbukti
efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa dengan memberikan
pengalaman belajar yang bermakna, sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan
berpikir kritis siswa.
Kata Kunci: Project
Based Learning , Kanvas ATAP, Kreativitas, Berpikir Kritis, Mitigasi
Bencana, Pembelajaran Geografi.