Penelitian ini
bertujuan mengembangkan media pembelajaran Augmented reality Nusantara
(AR-NUSA) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan mencipta
peserta didik pada materi Berbeda Itu Indah mata pelajaran Pendidikan Pancasila
kelas III SDN Pucangro Jombang. Media AR-NUSA
dikembangkan untuk menjawab permasalahan rendahnya eksplorasi budaya oleh
peserta didik serta keterbatasan media visual konvensional yang tidak mampu
menampilkan detail budaya Nusantara secara konkret. Penelitian ini menggunakan
model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation,
Evaluation), dengan menghasilkan produk berupa media AR yang menampilkan
rumah adat, pakaian adat, dan alat musik tradisional secara visual tiga dimensi
serta disertai bahan penyerta berbasis Project Based Learning (PjBL).
Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa AR-NUSA sangat layak digunakan,
dengan persentase kelayakan 87,27% pada aspek desain pembelajaran, 100% pada
aspek media, dan 88% pada aspek materi, sehingga mencapai rata-rata kelayakan
91,76%. Pada uji efektivitas, kemampuan berpikir kritis peserta didik pada
kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 70,62,
lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya memperoleh 56,35. Kemampuan
mencipta juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dengan rata-rata
kelas eksperimen mencapai 58,38, sedangkan kelas kontrol hanya 49,94. Hasil
tersebut menegaskan bahwa AR-NUSA efektif dalam memfasilitasi kemampuan
berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas observasi visual, analisis budaya,
eksplorasi objek 3D, serta kegiatan pembuatan mading budaya Nusantara.
Secara
keseluruhan, media AR-NUSA terbukti layak dan efektif sebagai inovasi media
pembelajaran Pendidikan Pancasila. Media ini mampu meningkatkan partisipasi
aktif, memperkaya pengalaman belajar, serta mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan kemampuan mencipta peserta didik sekolah dasar.