Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Stres Pada Siswa di SMKN 1 Ngasem
The Relationship Between Physical Activity and Stress Levels Among Students at SMKN 1 Ngasem
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kegiatan fisik dengan tingkat tekanan mental pada siswa kelas X di SMKN 1 Ngasem. Latar belakang penelitian ini berlandaskan pada tuntutan akademis dan praktik kejuruan yang cukup signifikan bagi siswa SMK, yang dapat menimbulkan stres. Di sisi lain, aktivitas fisik dikenal memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan jasmani dan mental, termasuk dalam menurunkan tingkat stres. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional dan desain lintas potong. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas X di SMKN 1 Ngasem sebanyak 716 siswa, dengan sampel berjumlah 257 siswa yang ditentukan menggunakan teknik convenience sampling dan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Aktivitas Fisik untuk Remaja Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) untuk mengukur kegiatan fisik dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) untuk menilai tingkat stres. Teknik analisis data yang digunakan mencakup analisis deskriptif dan uji korelasi Spearmans rho. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kegiatan fisik di kategori tinggi (62%), sedangkan tingkat stres siswa secara keseluruhan berada dalam kategori ringan hingga sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya keterkaitan antara kegiatan fisik dengan tingkat stres. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kegiatan fisik siswa, maka tingkat stres cenderung menurun, meskipun keterkaitan tersebut tidak terlalu kuat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan fisik berperan dalam membantu mengendalikan tingkat stres siswa. Oleh karena itu, disarankan agar pihak sekolah meningkatkan program kegiatan fisik melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler guna mendukung kesehatan mental siswa.
Kata Kunci: aktivitas fisik, tingkat stres, siswa SMK, PAQ-A, DASS-42
Abstract
This study aims to explore the relationship between physical activity and stress levels among 10th-grade students at SMKN 1 Ngasem. The study is grounded in the significant academic and vocational training demands placed on vocational high school (SMK) students, which can induce stress. Conversely, physical activity is known to play a crucial role in maintaining physical and mental health, including the reduction of stress levels. This study employs a quantitative approach using a descriptive-correlational design and a cross-sectional method. The study population comprised all 716 10th-grade students at SMKN 1 Ngasem; a sample of 257 students was selected using convenience sampling and Slovin's formula. The instruments used were the Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) to measure physical activity and the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) to assess stress levels. Data analysis techniques included descriptive analysis and the Spearmans rho correlation test. The findings indicate that the majority of students (62%) engaged in high levels of physical activity, while overall stress levels fell within the mild-to-moderate range. Correlation analysis revealed a relationship between physical activity and stress levels, suggesting that higher levels of physical activity tend to be associated with lower stress levels, although the correlation was not particularly strong. Based on these results, it is concluded that physical activity plays a role in helping to manage students' stress levels. Therefore, it is recommended that the school enhance physical activity programsthrough both the curriculum and extracurricular activitiesto support student mental health.
Keywords: physical activity, stress levels, vocational high school students, PAQ-A, DASS-42