TARI TOPENG KLONO SANDUR MANDURO DI KECAMATAN KABUH KABUPATEN JOMBANG (KAJIAN BENTUK DAN GAYA)
KLONO SANDUR MANDURO MASK DANCE IN KABUH DISTRICT JOMBANG REGENCY (STUDY OF FORM AND STYLE)
Tari Topeng Klono Sandur Manduro merupakan tari tunggal yang ada pada bagian pertunjukan Sandur Manduro di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Tari Topeng Klono Sandur Manduro memiliki gerakan sederhana, hal tersebut mencerminkan kehidupan masayarakat Desa Manduro yang sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan gaya Tari Topeng Klono Sandur Manduro dengan menggunakan teori bentuk Sumandiyo Hadi dan teori gaya Wisner dalam Sumaryono. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Topeng Klono Sandur Manduro terbentuk oleh 10 motif gerak antara lain : ngorot sampur, sileran maju, ngaca kanan, ngaca kiri, sabukan, nyiler kanan, nyiler kiri, njabut brengos, lambaian dan siler muter. Motif-motif gerak tersebut terangkai dalam struktur gerak awal, sekaran dan gerak akhir. Motif-motif gerak ini tersusun mengandung prinsip bentuk tari seperti kesatuan, variasi, pengulangan, perpindahan, rangkaian dan klimaks. Gaya Tari Topeng Klono Sandur Manduro mencerminkan adanya gaya budaya yang didasarkan atas budaya Manduro selain itu juga tampak gaya yang dibentuk oleh seorang penari. Gaya budaya Manduro ini yang disebut dengan gaya eblimic sedangkan gaya yang dibentuk oleh tubuh seorang penari dapat dikatakan sebagai gaya asertive. Gaya asertive pada Tari Topeng Klono dibentuk dengan tubuh penari yang memiliki ciri khas saat membawakan Tari Topeng Klono dengan menunjukkan ekspresi pribadi yang unik dengan meliuk – liukkan tubuhnya dan memberikan ruang tangan yang tidak terlalu lebar.
The Sandur Manduro Clone Mask Dance is a single dance that exists in the Sandur Manduro performance section in Kabuh District, Jombang Regency. The Sandur Manduro Klono Mask Dance has simple movements, it reflects the simple life of the people of Manduro Village. This study aims to examine the form and style of the Sandur Manduro Klono Mask Dance using the form theory of Sumandiyo Hadi and the theory of Wisner's style in Sumaryono. The method used is qualitative descriptive with observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique consists of the stages of reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study showed that the Sandur Manduro Clone Mask Dance was formed by 10 movement motifs, including: ngorot sampur, sileran maju, ngaca kanan, ngaca kiri, sabukan, nyiler kanan, nyiler kiri, remove brengos, wave and siler muter. These motion motifs are strung together in the structure of the beginning, sekaran and final movements. These movement motifs are arranged to contain the principles of dance forms such as unity, variation, repetition, displacement, series and climax. The style of the Sandur Manduro Klono Mask Dance reflects the cultural style that is based on Manduro culture, besides that it also appears to be a style formed by a dancer. This style of Manduro culture is called the eblimic style while the style formed by the body of a dancer can be said to be an assertive style. The assertive style of the Klona Dance is formed with the dancer's body which has a characteristic when performing the Klona Mask Dance by showing a unique personal expression by twisting their bodies and giving them a space that is not too wide.