Aktualisasi Sanggar Baladewa Sebagai Sanggar Seni Karawitan Di Kota Surabaya
Actualization of Sanggar Baladewa as a Karawitan Arts Studio in the City of Surabaya
Nama : Anugrah Putra Mahardika Irawan
NIM : 21020134068
Program Studi : S1 Pendidikan Sendratasik
Jurusan : Sendratasik
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Dr. Arif Hidajad, S.Sn, M.Pd
Penelitian ini membahas tentang aktualisasi Sanggar Baladewa, sebuah ruang belajar seni yang sejak tahun 2010 telah menjadi tempat tumbuh dan berproses bagi generasi muda di Surabaya dalam bidang karawitan dan wayang kulit. Lebih dari sekedar tempat latihan, sanggar ini menjadi wadah aktualisasi yang dimana merupakan tempat anak-anak dan remaja menjalin hubungan dengan budaya, membangun jati diri, serta menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi di tengah kota besar yang terus bergerak maju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana sanggar merancang program tahunan dan menumbuhkan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu.
Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan, wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Sanggar Baladewa berhasil menjembatani tradisi dan zaman modern melalui kegiatan yang kontekstual dan berkesinambungan. Tidak hanya dalam bentuk pelatihan rutin dan pementasan, tetapi juga lewat kebersamaan, disiplin, serta semangat kolektif yang tumbuh dari dalam komunitas itu sendiri.
Temuan ini menegaskan bahwa sanggar seni tradisi bukan sekedar tempat berlatih, melainkan juga rumah kebudayaan sebuah ruang hidup tempat generasi muda belajar mencintai, merawat, dan meneruskan warisan leluhur dengan cara mereka sendiri.
Kata kunci: aktualisasi, sanggar seni tradisi, karawitan, Surabaya, Sanggar Baladewa.
Name : Anugrah Putra Mahardika Irawan
Study Program : S1 Dance Performance Education
Major : Sendratasik
Faculty : Language and Arts
Institution Name : Universitas Negeri Surabaya
Supervisor : Dr. Arif Hidajad, S.Sn, M.Pd
This study explores the actualization of Sanggar Baladewa, an art learning space that has, since 2010, served as a place for young people in Surabaya to grow and develop in the fields of karawitan (traditional Javanese music) and wayang kulit (shadow puppetry). More than just a practice space, the traditional art studio has become a place for cultural connection, where children and teenagers build their identity and help revive traditional values in a fast-paced urban environment. The purpose of this study is to describe how the studio designs annual programs and fosters the development of students over time.
Using a qualitative descriptive approach, this research was conducted through field studies, in-depth interviews, observations, and documentation. The results show that Sanggar Baladewa has successfully bridged tradition and modern life through contextual and sustainable activities. These include not only regular training and performances, but also a strong sense of togetherness, discipline, and collective spirit that grows within the community.
This study confirms that traditional art studios are more than places to practice they are cultural homes: living spaces where the younger generation learns to appreciate, preserve, and carry forward their ancestral heritage in their own way.
Keywords: actualization, traditional art studios, karawitan, Surabaya, Sanggar Baladewa.