Motif Peserta Didik Berperilaku Kontradiktif Terhadap Lingkungan di SMP Negeri 35 Surabaya
Student Motives for Contradivtive Behavior Towards the Environment at SMP Negeri 35 Surabaya
Lingkungan hidup di sekolah merupakan aspek yang sangat penting dalam pendidikan. Namun, masih terdapat peserta didik yang perlu ditingkatkan kesadarannya akan pentingnya menjaga lingkungan. Fokus dan tujuan penelitian ini adalah mengetahui motif “alasan” dan “tujuan” yang melatarbelakangi peserta didik berperilaku kontradiktif terhadap lingkungan di SMP Negeri 35 yaitu dengan menggunakan plastik sekali pakai di sekolah yang memiliki predikat adiwiyata. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz yang membahas motif sebab (Because Motive) dan motif tujuan (In Order to Motive). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi fenomenologi, dengan mendalami makna dan nilai dari perilaku keenam informan yaitu peserta didik SMP Negeri 35 Surabaya terhadap lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan peserta didik dan observasi. Lokasi penelitian ini berada di SMP Negeri 35 Surabaya yang berada di daerah Rungkut, Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif “sebab” dan “tujuan” para informan antara lain yaitu motif sebab (Because Motive) yang mendorong keenam informan berperilaku kontradiktif dengan membawa kemasan plastik sekali pakai di lingkungan SMP Negeri 35 Surabaya terdiri dari beberapa faktor utama yaitu kebiasaan keluarga, kepraktisan, dan pengaruh lingkungan sekolah sebelumnya. Motif tujuan (In Order to Motive) yang ingin dicapai oleh keenam informan di SMP Negeri 35 Surabaya menunjukkan bahwa perilaku membawa kemasan plastik sekali pakai didorong oleh beberapa tujuan antara lain untuk membawa kebutuhan sekolah, mencari perhatian, menghemat waktu tenaga, dan uang saku. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam mengembangkan strategi untuk mendukung peserta didik agar perilaku mereka lebih sesuai dengan prinsip sekolah adiwiyata.
The living environment at school is a very important aspect of education. However, there are still students whose awareness needs to be increased regarding the importance of protecting the environment. The focus and aim of this research is to find out the "reason" and "purpose" motives behind students' contradictory behavior towards the environment at SMP Negeri 35, namely by using single-use plastics in schools that have the adiwiyata predicate. This research uses Alfred Schutz's phenomenological theory which discusses cause motives (Because Motive) and goal motives (In Order to Motive). The research method used is a qualitative approach with a phenomenological study research design, by exploring the meaning and values of the behavior of the six informants, namely students at SMP Negeri 35 Surabaya towards the environment. Data was collected through in-depth interviews with students and observation. The location of this research is at SMP Negeri 35 Surabaya in the Rungkut area, Surabaya. The data analysis technique used in this research refers to the approach developed by Miles and Huberman. This approach involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions/data verification. The results of this research show that the "cause" and "purpose" motives of the informants include the Because Motive which encouraged the six informants to behave in contradictory ways by carrying single-use plastic packaging in the environment of SMP Negeri 35 Surabaya consisting of several main factors, namely family habits, practicality, and the influence of the previous school environment. The goal motive (In Order to Motive) that the six informants at SMP Negeri 35 Surabaya wanted to achieve showed that the behavior of carrying single-use plastic packaging was driven by several goals, including carrying school supplies, seeking attention, saving time, energy and pocket money. It is hoped that the results of this research can help schools develop strategies to support students so that their behavior is more in line with the principles of adiwiyata schools.