Nama Penulis : Via Safitri
Judul : Pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan E-LKPD
Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Konflik dan
Integrasi Kelas VIII SMP Labschool UNESA 2
Bentuk Tugas Akhir : Skripsi
Nama Kota : Surabaya
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Tahun : 2026
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang
penting dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),
khususnya pada materi konflik dan integrasi yang menuntut kemampuan analisis
dan pemecahan masalah sosial. Namun,
berdasarkan hasil observasi awal, kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas
VIII SMP Labschool UNESA 2 masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) berbantuan E-Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD)
terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi konflik dan
integrasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi
experiment dan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian
terdiri atas 42 peserta didik, yaitu 21 peserta didik kelas eksperimen dan 21
peserta didik kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir
kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data diawali
dengan uji prasyarat berupa uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji homogenitas
Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-Test, uji Independent
Sample t-Test, serta uji N-Gain Score.
Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest pada
kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dengan nilai
signifikansi lebih besar dari 0,05. Uji homogenitas menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0,154 > 0,05, sehingga data dinyatakan homogen. Hasil
uji Paired Sample t-Test pada kelas eksperimen menunjukkan nilai t-hitung
sebesar –5,338 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat
perbedaan signifikan antara kemampuan awal dan akhir peserta didik. Selanjutnya,
hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 6,342
dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan
signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis pada
kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 69,95% dengan kategori tinggi,
sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 50,54% dengan kategori
sedang.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi
konflik dan integrasi kelas VIII SMP Labschool UNESA 2.
Kata Kunci: Problem
Based Learning , E-LKPD , kemampuan berpikir kritis, konflik dan integrasi, pembelajaran IPS