MUSIK RONJHANGAN DI KECAMATAN PRAJEKAN KABUPATEN BONDOWOSO DALAM KONTEKS DIFUSI BUDAYA
RONJHANGAN MUSIC IN PRAJEKAN SUBDISTRICT, BONDOWOSO REGENCY, IN THE CONTEXT OF CULTURAL DIFFUSION
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses difusi budaya pada musik Ronjhangan di Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan disiplin etnomusikologis yang menekankan pada kajian teks dan konteks serta dibantu dengan ilmu sosial yang dilengkapi dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diuji validitas data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kedatangan penduduk Madura ke tanah Jawa menyebabkan adanya difusi budaya yang memunculkan musik Ronjhangan. Mendominasinya Budaya Madura membuat penduduk tanah Jawa terpengaruh akan kebiasaan dan kebudayaan yang dibawa oleh orang Madura, selain itu banyak orang Madura yang menetap baik secara sementara maupun permanen di tanah Jawa. Bahkan, bahasa dan lagu yang dimainkan pada musik Ronjhangan menggunakan bahasa Madura.
This research aims to understand the process of cultural diffusion in Ronjhangan music in Prajekan Subdistrict, Bondowoso Regency. This study employs a qualitative descriptive research design with an ethnomusicological approach, focusing on the analysis of text and context, supported by the social sciences. Data collection methods include observation, interviews, documentation, and literature review. The data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing with data validity tested through source triangulation and technique triangulation. The research findings reveal that the arrival of Madurese people in Java led to cultural diffusion, resulting in the emergence of Ronjhangan music. The dominance of Madurese culture influenced the habits and cultural practices of the Javanese population. Additionally, many Madurese people settled temporarily or permanently in Java. Notably, the language and songs performed in Ronjhangan music use the Madurese language.