OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA ZAKAT DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN AL-ICHLAS SURABAYA : PERSEPTIF EKONOMI SYARIAH
OPTIMIZATION OF ZAKAT FUND MANAGEMENT IN IMPROVING THE WELFARE OF FOSTER CHILDREN IN AL-ICHLAS ORPHANAGE SURABAYA: A SHARIAH ECONOMIC PERCEPTION
ABSTRAK
Nama : Ghanyfebriyan Moch Muqsit
NIM : 19081194081
ProgramStudi : S1 Ekonomi Islam
Jurusan : Ilmu Ekonomi
Fakultas : Ekonomika dan Bisnis
NamaLembaga : UniversitasNegeriSurabaya
Dosen Pembimbing : Dr.Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd.,M.SEI
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dana zakat yang dikelola dengan baik tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga mampu memberdayakan mereka secara ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan dana zakat yang optimal dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Al-Ichlas Surabaya. Kesejahteraan yang dimaksud dalam penelitian ini mencakup aspek pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal, serta akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan pembinaan karakter serta spiritual anak-anak asuh.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola panti, staf keuangan, dan pihak lembaga zakat yang menjadi mitra, serta observasi langsung terhadap kondisi panti dan kegiatan anak-anak asuh. Selain itu, dokumen-dokumen seperti laporan keuangan, program kegiatan tahunan, dan catatan pendistribusian zakat dianalisis untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat di Panti Asuhan Al-Ichlas sudah dilakukan secara cukup terstruktur, namun belum sepenuhnya optimal. Dana zakat yang masuk sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi harian dan pendidikan anak-anak asuh, seperti biaya sekolah, buku, dan seragam. Sebagian dana juga digunakan untuk kegiatan pembinaan keagamaan dan pelatihan keterampilan. Namun, sistem perencanaan anggaran masih bersifat sederhana dan belum berbasis data kebutuhan yang terukur. Selain itu, pelaporan dan dokumentasi belum sepenuhnya digital atau terstandar, yang dapat mempengaruhi tingkat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana.
Upaya optimalisasi dilakukan dengan beberapa strategi, antara lain perbaikan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis program, pelatihan manajemen keuangan syariah bagi pengelola panti, serta peningkatan kerja sama dengan lembaga zakat eksternal seperti BAZNAS dan LAZ. Implementasi program-program berbasis pemberdayaan juga mulai diarahkan untuk mendukung kemandirian anak-anak setelah mereka keluar dari panti. Strategi ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak asuh, terlihat dari meningkatnya jumlah anak yang berprestasi di sekolah, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, dan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja atau pendidikan lanjutan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dana zakat yang dilakukan secara optimal, terencana, dan akuntabel mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak asuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan sistem monitoring dan evaluasi program serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Kata kunci: zakat, pengelolaan dana, kesejahteraan anak asuh, panti asuhan, optimalisasi
ABSTRACT
Name : Ghanyfebriyan Moch Muqsit
StudyPrograme : S1 Islamic Economics
Major : Economics
Faculty : Economics and Business
NameofInstitution : University SurabayaState
Supervisor : Dr.AhmadAjibRidlwan,S.Pd.,M.SEI
Zakat is one of the important instruments in the Islamic economic system that has a strategic role in reducing poverty and social inequality. Zakat funds that are well managed can not only meet the basic needs of mustahik, but can also empower them economically and socially. This study aims to analyze how optimal management of zakat funds can contribute to improving the welfare of foster children at the Al-Ichlas Orphanage in Surabaya. The welfare referred to in this study includes aspects of fulfilling basic needs such as food, clothing, and shelter, as well as access to education, health services, and character and spiritual development of foster children. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through in-depth interviews with the orphanage manager, financial staff, and zakat institutions that are partners, as well as direct observation of the condition of the orphanage and the activities of the foster children. In addition, documents such as financial reports, annual activity programs, and zakat distribution records were analyzed to gain a more comprehensive understanding.
The results of the study indicate that the management of zakat funds at the Al-Ichlas Orphanage has been carried out in a fairly structured manner, but is not yet fully optimal. Most of the zakat funds received are allocated for daily consumption and education needs of foster children, such as school fees, books, and uniforms. Some funds are also used for religious guidance activities and skills training. However, the budget planning system is still simple and not based on measurable needs data. In addition, reporting and documentation are not yet fully digital or standardized, which can affect the level of accountability and transparency of fund management. Optimization efforts are carried out with several strategies, including improving the program-based planning and budgeting system, training in sharia financial management for orphanage managers, and increasing cooperation with external zakat institutions such as BAZNAS and LAZ. The implementation of empowerment-based programs has also begun to be directed at supporting the independence of children after they leave the orphanage. This strategy has proven to have a positive impact on improving the quality of life of foster children, as seen from the increasing number of children who excel in school, participation in religious activities, and their readiness to face the world of work or further education.
This study concludes that the management of zakat funds that is carried out optimally, planned, and accountably can provide a real contribution to improving the welfare of foster children. Therefore, it is necessary to strengthen the monitoring and evaluation system of the program and develop the capacity of human resources so that the benefits of zakat can be felt more widely and sustainably.
Keywords: zakat, fund management, foster children's welfare, orphanages, optimization