Post-Thaw Quality of Bali Cattle Semen in CEP Diluent: Optimizing Temperature and Duration
Metode thawing merupakan tahap krusial proses pembekuan semen karena menentukan kualitas spermatozoa pasca-thawing. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suhu dan durasi thawing terhadap kualitas semen beku sapi Bali dalam pengencer CEP. Semen berasal dari satu ekor sapi Bali di Balai Inseminasi Buatan Singosari, ditambahkan pengencer CEP, dibekukan dan thawing menggunakan tiga variasi suhu (37°C, 30°C, dan 25°C) serta dua durasi (30 dan 60 detik) dalam Rancangan Acak Lengkap faktorial 3×2. Evaluasi pasca-thawing meliputi motilitas, viabilitas dan integritas membran dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu thawing berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter (P<0,05). Suhu 37°C menghasilkan motilitas, viabilitas, dan integritas membran tertinggi. Durasi thawing berpengaruh signifikan terhadap motilitas dan integritas membran, dengan hasil terbaik 30 detik. Tidak terdapat interaksi signifikan antara suhu dan durasi thawing, namun kombinasi suhu 37°C durasi 30 detik menghasilkan motilitas pasca-thawing terbaik (56,67±2,89). Kombinasi thawing optimal berhasil diidentifikasi, dengan suhu dan durasi secara independen memengaruhi kualitas spermatozoa, sehingga memberikan panduan praktis untuk program inseminasi buatan sapi Bali.
The thawing method is a crucial stage in the semen freezing process because it determines the quality of spermatozoa post-thawing. This study aims to evaluate the effect of thawing temperature and duration on the quality of frozen Bali cattle semen in CEP diluent. Semen was collected from a Bali bull at the Singosari Artificial Insemination Center, added to CEP diluent, and frozen. It was then thawed using three temperature variations (37°C, 30°C, and 25°C) and two durations (30 and 60 seconds) in a 3x2 factorial completely randomized design. Post-thawing evaluation included motility, viability, and membrane integrity analyzed using two-way ANOVA and Duncan's test. The results showed that thawing temperature significantly affected all parameters (P<0.05). A temperature of 37°C produced the highest motility, viability, and membrane integrity. Thawing duration significantly affected motility and membrane integrity, with the best results obtained at 30 seconds. There was no significant interaction between thawing temperature and duration, but the combination of 37°C and 30 seconds produced the best post-thawing motility (56.67±2.89). An optimal thawing combination was identified, with temperature and duration independently affecting sperm quality, offering practical guidelines for Bali cattle artificial insemination programs.